Kisah Sebatang Lilin

Lilin itu menyala terang
Begitu indah menghiasi malam tak berbintang
Menghangatkan dinginnya jiwa kerontang
Membuat terjaga hati lalai nan bimbang
Menentramkan qalbu ‘tuk semakin tenang

Lilin itu mulai mencair
Kontribusi tiada akhir
Siang malam memenyinar sekitar
Melalui malam tanpa qiyam, tiada sadar
Melewati hari tanpa tilawah, menjadi wajar

Cahaya lilin itu kian meredup
Terus berpendar namun tak hidup
Ibadah harian menguap menjadi asap
Jiwa hampa tanpa makanan pun sesuap
Detik terlewat hanya menyisakan harap

Lilin itu hampir mati
Sesal selalu datang nanti
Waktu berlalu takkan kembali
Tinggal memohon diberi kesempatan lagi
Tuk bersua kembali dengan bulan yang diberkati

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>