Ramadhan, Musim Berbuat Baik

Jika telah tiba bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu syurga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan dibelenggulah syaitan-syaitan” (HR. Bukhari – Muslim)

Ramadhan memang membawa pengaruh yang luar biasa. Kapan lagi merasakan masjid & mushalla penuh ketika shalat isya dan shubuh selain di bulan Ramadhan? Kapan lagi televisi berlomba-lomba menampilkan ‘sisi islami’nya? Artis-artispun ‘hijrah’ dan dengan ‘bangga’nya berbusana islami? Ya, kapan lagi? Ketika manusia berlomba-lomba melakukan infaq & sedekah, ketika senantiasa terdengar tilawah setelah selesai shalat fardhu, ketika berbagai penyakit lisan mendapatkan kontrol sosial… “Puasa, ga boleh bohong! Eh, jangan nggosip, lagi puasa!… Ketika tempat-tempat penyalur syahwat ditutup, Ketika ramai manusia mengisi siang harinya dengan berpuasa dan malam harinya dengan shalat… Ya, hanya ada di bulan Ramadhan!

Membahagiakan, suasana religius yang mendukung tentunya akan sangat membantu peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah. Membanggakan, ternyata izzah keislaman itu masih ada, ternyata fitrah kebaikan itu masih nampak, ternyata kekuatan ummat itu sedemikian besar. Mengharukan, ketika inisiatif beramal begitu tinggi, bahkan oleh mereka yang sebelumnya tidak memperlihatkan kepeduliannya terhadap kondisi keislamannya. Sekaligus menyedihkan, karena hal ini hanya terjadi di (awal) bulan Ramadhan saja…

Padahal Allah menyukai amal yang berkesinambungan walaupun sedikit, padahal nikmat Allah tidak hanya diberikan-Nya di bulan Ramadhan, padahal kewajiban beribadah adalah setiap saat, padahal berbuat kebaikan tak perlu menunggu orang lain, padahal Allah membenci orang yang munafik, banyak melakukan riya’ & sum’ah, padahal belum tentu kita mati di bulan ini! Dan Islam bukanlah hanya ada di bulan Ramadhan!
Kenyataannya, hanya mereka yang sudah menciptakan suasana Ramadhan di setiap bulannyalah yang akan mampu bertahan. Mereka yang terjaga puasanya adalah mereka yang biasa berpuasa di luar Ramadhan, mereka yang terjaga tilawahnya adalah mereka yang biasa bertilawah di luar Ramadhan, mereka yang tetap terjaga tarawihnya adalah mereka yang bisa tahajud di luar Ramadhan… Merekalah orang-orang yang istiqomah, Insya Allah… Orang-orang yang amal kebaikan dan ibadahnyanya tidak menyurut karena waktu, tidak pula tergantung dari ada tidaknya orang lain yang melakukan hal serupa…

Akhirnya dapat dipahami mengapa tempat-tempat ibadah semakin sepi dari tilawah dan dzikir, shaf-shaf shalat kian menyusut seiring berlalunya Ramadhan. Karena banyak orang hanya menjadikan Ramadhan sebagai trend. Ya, “Ramadhan (maupun bukan Ramadhan adalah), musim berbuat baik”. Slogan yang sering didengungkan salah satu stasiun TV itu nampaknya perlu diartikan sebagai ironi. Akhirnya, kita perlu berintrospeksi dan berharap semoga Allah menjaga kita dari sifat munafiq dan ikut-ikutan, semoga Allah memelihara ibadah kita dari riya’ dan sum’ah, semoga madrasah Ramadhan dapat menjadikan kita lulusan Ramadhan yang dapat menjaga kualitas amalnya di luar Ramadhan…

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>