Dari Etoser Untuk Indonesia

Ketika kita hidup untuk kepentingan pribadi, hidup ini tampak sangat pendek dan kerdil. Ia bermula saat kita mulai mengerti dan berakhir bersama berakhirnya usia kita yang terbatas. Tapi apabila kita hidup untuk orang lain, yakni hidup untuk (memperjuangkan) sebuah idealisme dan kebermanfaatan, maka kehidupan ini terasa panjang dan memilki (makna) yang dalam. Ia bermula bersama mulainya kehidupan manusia dan membentang beberapa masa setelah kita berpisah dengan permukaan bumi” (Ibnu Qayyim)

* * *

Sejarah telah mencatat, bahwa mahasiswa memiliki andil penting dalam membuat perubahan dunia. Arah sejarah dapat berubah ketika mahasiswa selaku intelektual muda bergerak dan membuat dinamika produktif. Idealisme yang teguh, pemikiran yang kritis dan semangat yang menyala – nyala didukung potensi fisik yang kokoh menjadi kekuatan tak terbatas mahasiswa sebagai anasir perubahan. Dan kesemuanya itu dimulai dengan satu kata : kepedulian. Gerakan mahasiswa menjadi melemah ketika wabah apatisme merajalela, ketika fungsi sosial mahasiswa tertutupi dengan egoisme dan individualisme, ketika mahasiswa semakin jauh dengan masyarakatnya. Atau dengan kata lain ketika mahasiswa kehilangan kepeduliannya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perubahan selalu dimulai oleh mereka yang peduli. Dan sudah lumrah juga bahwa penggagas ini jumlahnya tidak banyak. Pun pengabdian kepada masyarakat sudah menjadi salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, tidak menjadi jaminan mahasiswa akan bergerak melakukan perbaikan di tengah masyarakat. Mahasiswa seakan lupa bahwa mereka lahir dan tumbuh dari masyarakat, masyarakat turut membantu penyelenggaraan pendidikan dan masyarakat pula tempat pembuktian sejati kualitas lulusan perguruan tinggi.

Berbagai organisasi dan kegiatanpun dilakukan untuk mengarahkan potensi besar anasir perubahan ini dengan mengasah kepeduliannya, salah satunya dengan memberikan bantuan pembiayaan pendidikan dengan konsekuensi mengembalikan kebermanfaatan untuk masyarakat, seperti yang dilakukan oleh Program Beastudi Etos yang berada di bawah naungan Lembaga Pengembangan Insani, Dompet Dhuafa. Beastudi Etos sejak awal kelahirannya memang didedikasikan untuk menebar kebermanfaatan yang lebih besar. Sebagai program investasi SDM, para penerima beasiswa diharapkan akan menjadi pemimpin – pemimpin di masa depan yang berpihak kepada masyarakat.

Perhatian besar terhadap perbaikan kultural di tengah masyarakat ini tercermin dalam salah satu misinya yaitu mengoptimalkan peran SDM Beastudi Etos dalam aktivitas pemberdayaan masyarakat. Tidak hanya itu, kurikulum pembinaan yang disusunpun mengakomodir kontribusi sosial penerima beasiswa. Selain domain agama, akademik dan pengembangan diri yang menjadi landasan etoser (sebutan untuk penerima Beastudi Etos) dalam berpikir dan bersikap, ada juga domain sosial yang tidak kalah pentingnya. Pembinaan domain sosial ini yang akan menyeimbangkan sisi individual pemiliknya dengan dunia luar di sekelilingnya sekaligus mengantarkan etoser pada kekayaan jiwa, keberkahan ilmu dan kebermanfaatan diri. Etoser diharapkan dapat menjadi lulusan perguruan tinggi yang bertaqwa, cerdas, progresif dan peduli. Dapat mengembalikan kebermanfaatan dengan menjadi penebar manfaat sehingga roda pemberdayaan terus berputar, terus membesar dan membesar…

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>