TOENAS 2011 : Karena Kuliah Butuh Bekal

Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia masih rendah, hanya sekitar 18.7% di awal tahun 2011, padahal APK di negara maju sedikitnya 40%. Hanya sekitar 2% penduduk Indonesia yang berstatus mahasiswa. Angka ini bisa lebih rendah lagi jika dispesifikkan ke mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. Rendahnya APK pendidikan tinggi ini utamanya disebabkan karena masih banyaknya keterbatasan yang harus dihadapi calon mahasiswa, mulai dari akses informasi, finansial, intelektual hingga mental. Berbagai program dilakukan untuk menjawab keterbatasan ini, mulai dari beasiswa, orang tua asuh, bimbingan belajar, try out hingga konsultasi/ konseling.

PTN masih menjadi favorit calon mahasiswa karena dianggap relatif terjangkau dan berkualitas. Berbagai beasiswa yang ada diharapkan mampu menjawab kendala finansial dan sosialisasi lebih luas pun dilakukan. Alhasil setiap tahunnya peserta seleksi masuk PTN membludak sementara quota terbatas. Dalam hal ini, pihak PTN tidak mungkin mengorbankan kualitas demi menjawab keterbatasan intelektual. Di sisi lain, kendala mental berupa keraguan, ketidakberanian dan kurangnya percaya diri umumnya bersumber dari dua kendala yang lain, yaitu finansial dan intelektual. Mereka yang tidak siap secara finansial ataupun intelektual, cenderung tidak siap secara mental. Padahal logikanya dapat dibalik, kesiapan mental seseorang dapat mendorongnya untuk siap secara finansial (misalnya dengan berusaha mencari beasiswa) dan siap secara intelektual (misalnya dengan pemilihan metode belajar yang tepat).

Sesuai dengan misinya untuk memperjuangkan keterjangkauan layanan pendidikan, kualitas dan relevansi pendidikan, serta kesetaraan dalam pendidikan, Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa memandang perlu dilakukan penyiapan SDM unggul bangsa, baik secara finansial, intelektual, maupun mental. Salah satu aktivitas yang dapat dilakukan adalah mempersiapkan calon mahasiswa dengan mengadakan Try Out SNMPTN. Untuk mendukung finansial mereka, Try Out yang diadakan harus berbiaya murah dan terjangkau bahkan oleh siswa yang berasal dari keluarga yang kurang mampu sekalipun. Selain itu, kesiapan finansial dapat ditambah dengan penyampaian informasi mengenai banyaknya beasiswa yang dapat mereka akses. Adapun kesiapan intelektual diasah dengan soal Try Out yang berkualitas dan tidak mudah, serta penyelenggarannya dilakukan serentak di beberapa provinsi sehingga hasilnya dapat menyimulasikan SNMPTN yang sebenarnya. Adapun persiapan mental dilakukan dengan rangkaian kegiatan yang menginspirasi siswa dan membantu menjawab berbagai pertanyaan dan keraguan mereka.

Try Out Etos Nasional (TOENAS) berupaya untuk menjawab kebutuhan itu. Kegiatan yang diselenggarakan oleh etoser (sebutan untuk para mahasiswa penerima Beastudi Etos) ini bukan sekedar berbiaya murah dan menginformasikan berbagai peluang beasiswa, namun juga memungkinkan pembebasan biaya bagi pendaftar yang tidak mampu, bahkan kesempatan singgah di asrama Beastudi Etos bagi mereka yang berasal dari luar daerah. TOENAS 2011 diselenggarakan serentak di 9 wilayah se-Indonesia, penilaiannyapun dilakukan secara nasional. Juga diadakan stand dan acara talkshow yang menghadirkan orang – orang yang berkompeten untuk menguatkan persiapan siswa dalam menghadapi SNMPTN. Mewarisi semangat kerelawanan dan pemberdayaan Dompet Dhuafa, seluruh keuntungan dalam penyelenggaraan TOENAS akan disalurkan ke Sekolah Desa Produktif, dimana sekolah menjadi basis revitalisasi desa agar lebih berdaya. Peserta pun dilantik menjadi relawan peduli pendidikan yang siap berkontribusi untuk membesarkan pendidikan di Indonesia. Jadi, TOENAS bukan sekedar memberi manfaat bagi para peserta, namun efek positifnya juga akan dirasakan masyarakat.

Bukan tanpa alasan menjadikan etoser sebagai pihak penyelenggara. TOENAS 2011 diharapkan dapat menjadi salah satu kegiatan yang akan meningkatkan performa etoser dalam mengelola event, memperluas jaringan dan berbagai interpersonal skill yang penting bagi mereka. TOENAS juga merupakan suatu bentuk kontribusi etoser bagi adik – adik mereka dan masyarakat yang akan mereka berdayakan. Roda perbaikan dan pemberdayaan akan berputar, ketika etoser yang eksis karena memperoleh bantuan, kemudian terjun untuk membantu, dari yang sebelumnya diberdayakan menjadi memberdayakan. TOENAS mungkin hanya sepercik air yang hendak membantu menghijaukan bumi ini. Namun semoga saja dengan sepercik air tersebut, dapat tumbuh tunas – tunas muda yang unggul dan kuat yang akan terus bertumbuh menjadi pohon hijau; dan melahirkan tunas baru yang berkualitas dan terus tumbuh; dan berkembang terus untuk memberi manfaat bagi sekitarnya. Semoga.

*ditulis sebagai pengantar LPJ TOENAS 2011

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>