Dibalik Teka-teki Einstein

Beberapa hari lalu, untuk kesekian kalinya, saya mendapat kiriman “Teka-teki Einstein” yang cukup mengasah otak. Konon, hanya 2% penduduk dunia yang mampu menyelesaikan teka-teki berikut :

Ada 5 buah rumah yang masing-masing memiliki warna berbeda. Setiap rumah dihuni satu orang pria dengan kebangsaan yang berbeda-beda. Setiap penghuni menyukai satu jenis minuman tertentu, merokok satu merk rokok tertentu dan memelihara satu jenis hewan tertentu. Tidak ada satupun dari kelima orang tersebut yang minum minuman yang sama, merokok merk rokok yang sama dan memelihara hewan yang sama seperti penghuni yang lain.

  1. Orang Inggris tinggal di dalam rumah berwarna merah.
  2. Orang Swedia memelihara anjing.
  3. Orang Denmark senang minum teh.
  4. Rumah berwarna hijau terletak tepat di sebelah kiri rumah berwarna putih.
  5. Penghuni rumah berwarna hijau senang minum kopi.
  6. Orang yang merokok PallMall memelihara burung.
  7. Penghuni rumah yang terletak di tengah-tengah senang minum susu.
  8. Penghuni rumah berwarna kuning merokok Dunhill.
  9. Orang Norwegia tinggal di rumah paling pertama.
  10. Orang yang merokok Marlboro tinggal di sebelah orang yang memelihara kucing.
  11. Orang yang memelihara kuda tinggal di sebelah orang yang merokok Dunhill.
  12. Orang yang merokok Winfield senang minum bir.
  13. Di sebelah rumah berwarna biru tinggal orang Norwegia.
  14. Orang Jerman merokok Rothmans.
  15. Orang yang merokok Marlboro bertetangga dengan orang yang minum air.

Pertanyaan : Siapakah yang memelihara ikan???

Saya tentu tidak akan membahas langkah-langkah teknis menyelesaikan teka-teki tersebut yang ternyata sudah banyak yang membahasnya. Namun memang ada beberapa kaidah yang dapat menjadi pelajaran untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Pertama, perlu ada keyakinan bahwa setiap soal ada jawabannya, sebagaimana setiap masalah ada jalan keluarnya dan setiap penyakit pasti ada obatnya. Identifikasi permasalahan ternyata bukan tahap awal penyelesaian masalah, ada optimisme dan keyakinan yang harus mendahului. Tidak sedikit mereka yang gagal menemukan solusi –termasuk menyelesaikan teka-teki Einstein—hanya karena menganggap bahwa permasalahannya terlalu rumit.

Kedua, perlu adanya visualisasi untuk mempermudah penyelesaian masalah. Puzzle yang abstrak perlu disajikan lebih konkrit. Dalam banyak hal yang logis, imajinasi saja takkan menghasilkan gambaran yang kuat. Tidak sedikit mereka yang tidak berhasil menemukan jalan keluar permasalahan cuma karena kegagalan dalam memperjelas arah sehingga semuanya hanya tampak seperti bayang-bayang. Ketiga, penyelesaian permasalahan sebaiknya dimulai dari yang paling mudah dan paling nyata. Selain dapat meringankan beban secara psikologis, memulai dari yang mudah juga akan membuka jalan bagi langkah-langkah berikutnya secara lebih sistematis. Menyelesaikan perkara mudah memang tidak lantas menyelesaikan keseluruhan permasalahan, namun seluruh permasalahan takkan terselesaikan jika perkara yang mudah saja gagal terselesaikan.

Keempat, suatu permasalahan bisa jadi hanya dapat diselesaikan dengan melakukan beberapa solusi alternatif secara simultan. Karenanya mengombinasikan beberapa petunjuk sekaligus menjadi penting untuk menunjukkan kebenaran. Sir Arthur Conan Doyle melalui tokoh Sherlock Holmes dalam buku ‘Sign of Four’ mengatakan, “Kalau kau singkirkan semua yang mustahil, apapun yang tersisa, betapapun mustahilnya, adalah kebenaran”. Singkat kata, dari petunjuk yang tersedia dan menerapkan beberapa kaidah pemecahan permasalahan di atas, didapatilah bahwa orang Jerman-lah yang memelihara ikan.

Belasan tahun lalu, saya dan beberapa teman berhasil menemukan jawabannya, satu dasawarsa lalu saya bahkan membuat model persamaan matematikanya dan memperoleh jawaban serupa. Namun kali ini ketika mendapat teka-teki serupa ada hal yang terasa mengganjal. Jika jawabannya adalah benar orang Jerman, saya tidak yakin hanya 2% penduduk dunia yang mampu menjawabnya. Ketika saya coba googling, ternyata memang banyak sekali yang telah mencapai kesimpulan bahwa orang Jerman-lah yang memelihara ikan. Ada yang aneh, jangan-jangan ada sesuatu di balik teka-teki Einstein ini. Sherlock Holmes ketika menguji pil beracun dalam buku ‘A Study in Scarlet’ mengatakan, “Ketika ada fakta yang tampaknya bertentangan dengan serangkaian panjang proses deduksi , fakta itu bisa saja menimbulkan penafsiran yang lain”.

Mungkin karena beberapa tahun terakhir asyik bergelut di dunia penelitian, saya langsung dapat melihat keanehan yang pertama : tidak ada satu pun kata ‘ikan’ dalam petunjuk yang diberikan. Artinya, ikan sebagai hewan peliharaan kelima (setelah anjing, burung, kucing, dan kuda) hanya asumsi. Jika kata ‘ikan’ diganti dengan ‘ayam’ atau ‘bebek’, maka apakah jawabannya tetap orang Jerman? Lalu sebenarnya orang Jerman memelihara apa? Secara tekstual memang tidak ada jawaban yang pasti. Jika ikan ternyata dimiliki oleh orang Finlandia atau orang Belanda yang tidak tercantum dalam petunjuk misalnya, juga tidak ada yang tahu. Yang pasti hanyalah ikan tidak mungkin dimiliki oleh orang Swedia yang memelihara anjing, sebab setiap orang hanya memiliki satu jenis hewan. Selebihnya relatif.

Jika melihatnya secara tekstual, ternyata lebih rumit. Tidak ada keterangan bahwa kelima rumah tersebut susunannya berjajar dan tidak ada penjelasan di sebelah mana letak rumah pertama. Berhubung ada rumah yang letaknya di tengah, maka formasi rumahnya tidak mungkin berupa segi lima yang melingkar. Namun bukan tidak mungkin formasinya berbentuk seperti logo olimpiade yang serupa dengan huruf ‘W’ atau seperti belah ketupat yang serupa dengan simbol ‘+’. Ada rumah di tengah dan ada rumah pertama. Variasi kemungkinan jawabannya tentu akan lebih banyak.

Ketika saya gali lebih dalam, ternyata rokok merk Wienfield baru diluncurkan tahun 1972, sementara Einstein meninggal pada 18 April 1955. Lalu bagaimana mungkin Einstein dapat membuat teka-teki yang konon dibuat ketika ia masih muda? Ternyata tidak ada satu pun literatur yang dapat membuktikan bahwa teka-teki tersebut ditulis Einstein. Dan tentunya tidak ada pula penelitian yang mendukung bahwa 98% penduduk dunia tidak mampu menyelesaikannya. Publikasi pertama yang serupa dengan “Einstein Riddle” dapat ditemukan pada tahun 1960-an dalam majalah “Life International” yang berjudul “Who Owns the Zebra?”. Teka-teki tersebut kemudian menyebar luas dengan beragam bentuk variasinya, di antaranya mengganti variabel rokok dengan makanan untuk teka-teki bagi anak-anak. Adapun teka-teki “Who Owns the Zebra?” adalah sebagai berikut :

Each of the five houses is painted a different color and their inhabitants are of different national extractions, own different pets, drink different beverages and smoke different brands of American cigarets.

  • There are 5 houses.
  • The Englishman lives in the red house.
  • The Spaniard owns the dog.
  • Coffee is drunk in the green house.
  • The Ukrainian drinks tea.
  • The green house is immediately to the right of the ivory house.
  • The Old Gold smoker owns snails.
  • Kools are smoked in the yellow house.
  • Milk is drunk in the middle house.
  • The Norwegian lives in the first house.
  • The man who smokes Chesterfields lives in the house next to the man with the fox.
  • Kools are smoked in the house next to where the horse is kept.
  • The Lucky Strikes smoker drinks orange juice.
  • The Japanese smokes Parliaments.
  • The Norwegian lives next to the blue house.

Question: Who drinks water? Who owns the zebra?

Publikasi awal di majalah ini bagi saya menguatkan bahwa yang diinginkan dari sang pembuat teka-teki adalah murni logika matematika, tidak perlu berpikir filosofis bahkan menolak asumsi dengan asumsi baru, misalnya dengan mengatakan bahwa orang yang memelihara ikan adalah yang minum air karena ikan butuh air. Saya jadi teringat dengan teka-teki asah otak di Majalah Intisari. Di beberapa media pun teka-teki dengan berbagai bentuknya sudah umum menjadi rubrik favorit pembaca. Dengan pendekatan tersebut, bahwa orang Jerman lah yang memiliki ikan menjadi jawaban paling rasional, tanpa banyak pertanyaan yang semakin mempersulit. Jika masih kurang puas, daripada merasa diri lebih benar dengan berbagai asumsi dan solusi kreatif, mendingan coba selesaikan teka-teki “Who Owns the Zebra?” di atas. Jika masih kurang puas juga, daripada menyalahkan jawaban orang lain lebih baik coba pecahkan teka-teki Einstein jika formasi rumahnya seperti huruf ‘W’ atau symbol ‘+’. Selamat mencoba!

  1. :oops: cuma 1 doang tekatekinya? Tambah dong… oiya saya juga punya tktk:
    Aku barang rumah tangga, terdiri dari lima huruf
    jika huruf ketigaku diubah jadi P, aku menjadi alat tulis
    jika huruf keempatku diubah jadi I, aku jadi sebuah profesi
    jika huruf kelimaku diubah jadi S, aku jadi kata lainnya perkara
    jika semua huruf konsonanku dihapus, aku jadi tentara
    jika aku dibalik, maka aku jadi barang rongsokan
    apakah aku?

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>