Membangun Sekolah Pengusung Kebangkitan Pendidikan Indonesia

Alvin Toffler membagi sejarah peradaban manusia dalam tiga gelombang yaitu era pertanian, era industri dan era informasi. Dalam era pertanian, faktor yang menonjol adalah Muscle (otot) karena pada saat itu produktivitas ditentukan oleh otot. Dalam era industri, faktor yang menonjol adalah Machine (mesin) dan pada era informasi, faktor yang menonjol adalah Mind (pikiran, pengetahuan). Era industri telah berakhir, di era informasi seperti sekarang ini, siapa yang memiliki pengetahuan akan mengendalikan zaman.

Sekolah, merupakan kawah candradimuka tempat hilir mudiknya aspek mind ini. Sayangnya, limpahan pengetahuan itu belum terkelola dengan baik. Permasalahan di dunia pendidikan, khususnya di dunia persekolahan masih itu-itu saja. Padahal aspek mind ini seharusnya akan mengalami keusangan sehingga harus terus menerus diperbarui, namun realitanya permasalahan dunia pembelajaran masih cenderung berulang. Seorang tenaga pendidik yang sudah puluhan tahun bertugas masih mengalami permasalahan yang sama setiap tahunnya, tanpa bisa diantisipasi, tanpa tuntas diatasi.

Buku ”Bagaimana Ini, Bagaimana Itu? : Memecahkan Masalah Sehari-hari di Sekolah dari Pengalaman Nyata Khas Indonesia” merupakan sebuah buku yang bukan hanya bercerita tentang romantika pengalaman para pendamping sekolah dan pengelola Program Pendampingan Sekolah Makmal Pendidikan – Dompet Dhuafa, namun berupaya untuk menjawab berbagai permasalahan nyata yang kerap ditemui di dunia persekolahan, agar masalah yang sama tidak lagi berulang. Kiat – kiat mengatasi berbagai permasalahan di sekolah ini terbagi dalam tiga bagian besar, yaitu terkait guru, siswa, dan kepala sekolah.

Bagian pertama, ”Bagaimana Ini, Bagaimana Itu Guru?” akan mengupas berbagai solusi dari permasalahan guru di sekolah, mulai dari administrasi pembelajaran, motivasi dan kebiasaan negatif guru, hingga pengembangan kreativitas dan keterampilan (skill) guru. Guru adalah ujung tombak perbaikan kualitas pembelajaran dan pendidikan, karenanya penguraian masalah guru menjadi faktor penting dalam kebangkitan pendidikan Indonesia.

Bagian kedua, ”Bagaimana Ini, Bagaimana Itu Siswa?” akan mengetengahkan beragam tips dan trik dalam meningkatkan kompetensi peserta didik, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap, termasuk keterlibatan peserta didik dalam menyukseskan program sekolah. Wajah peserta didik hari ini menggambarkan wajah Indonesia di masa mendatang, karenanya memastikan kualitas peserta didik hari ini sama artinya dengan memastikan kesinambungan pembangunan bangsa ini di masa depan.

Bagian ketiga, ”Bagaimana Ini, Bagaimana Itu Kepala Sekolah?” akan memaparkan berbagai kiat untuk meningkatkan kualitas manajemen sekolah dan tenaga kependidikan, termasuk keterlibatan masyarakat dalam menyukseskan program sekolah dengan menjadikan kepala sekolah sebagai sentra perbaikan. Sebagaimana ikan busuk mulai dari kepalanya, jatuh bangunnya sebuah sekolah akan sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan kepala sekolah. Karenanya, ketuntasan permasalahan di level kepala sekolah akan signifikan mendongkrak kualitas sekolah, bahkan pendidikan di wilayah tersebut.

Ketiga bagian buku ini sejatinya bukan bagian yang terpisahkan. Peran guru, siswa dan kepala sekolah secara bersama sangatlah vital untuk membangun sekolah unggul. Ketika kualitas sekolah secara merata sudah terkategorikan unggul, kebangkitan pendidikan di Indonesia pasti akan terwujud. Kekhasan sekolah tentu tidak dapat dikesampingkan, suatu solusi permasalahan di suatu sekolah belum tentu sesuai ketika diterapkan di sekolah lain dengan permasalahan sama. Namun setidaknya, kiat – kiat yang dipaparkan dalam buku ini dapat menjadi referensi. Pengetahuan dan hikmah itu teramat luas, dapat diperoleh dari mana saja. Tidak harus kita mengalami semua masalah dan mencoba semua solusi untuk menjadi pengetahuan, cukuplah pengalaman orang lain menjadi referensi.

Fokus penulisan buku ini adalah pada substansi permasalahan dan solusi yang ditawarkan, bukan pada studi kasus sekolahnya. Untuk menjaga objektivitas pembaca dan privasi sekolah, pengalaman praktis yang diungkapkan dalam buku ini tidak mencantumkan langsung nama sekolah yang bersangkutan. Pengetahuan dan pengalaman yang dipaparkan sifatnya lebih fleksibel dan dapat dikembangkan.

Hadirnya buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu pemutus lingkaran setan permasalahan dunia persekolahan yang terus berulang. Pengalaman nyata di lingkungan sekolah diharapkan mampu dijadikan pembelajaran untuk mengurai berbagai permasalahan di lapangan. Karena kompleksitas permasalahan, tentunya masih banyak problematika pembelajaran yang belum terungkap di buku ini. Harapan kami, semoga buku sederhana ini dapat memberikan inspirasi dan referensi bagi dunia pendidikan, khususnya bagi para tenaga kependidikan untuk mengusung kebangkitan pendidikan Indonesia yang dicita-citakan. Dan kebangkitan itu dimulai dari sekolah kita, dari kelas kita, dari diri kita.

*tulisan ini merupakan kata pengantar buku “Bagaimana Ini, Bagaimana Itu? : Memecahkan Masalah Sehari-hari di Sekolah dari Pengalaman Nyata Khas Indonesia” karya Tim Pendampingan Sekolah Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>