Teladan Kepemimpinan Teladan Rasulullah (3/3)

Last but not least, karakter pemimpin teladan adalah encourage the heart. Senantiasa mendorong, membesarkan hati dan memberi semangat. Ada energi positif seorang pemimpin yang terus memancar sehingga mampu mengikat dan menginspirasi mereka yang dipimpin. Dalam buku Prophetic Leadership karya Achyar Zein yang mengungkapkan karakteristik dan ibroh kepemimpinan setiap Nabi, kepemimpinan Rasulullah dicirikan sebagai Rahmat bagi seluruh alam. Jika kita telaah sirah nabawiyah dan hadits-hadits tentang akhlak Rasulullah memang banyak sekali kita temui kisah menyentuh bagaimana Rasulullah penuh kasih sayang. Keluhuran akhlak Rasulullah kian menjadikan beliau sosok pemimpin teladan yang dekat dengan yang dipimpinnya. Leaders touch a heart before they ask for a hand, demikian kata John C. Maxwell.

Lihat saja ketika ada seorang Arab Badui kencing di masjid, alih-alih membentaknya, Rasulullah menunggunya menyelesaikan hajatnya, membersihkan kotorannya dan menasehatinya. Atau ketika mendapati orang yang selalu melemparinya kotoran jatuh sakit, beliau malah datang menjenguk. Rasulullah juga menyuapi yahudi buta yang senantiasa mencaci maki beliau. Mendo’akan penduduk Thaif yang membalas seruan dakwah beliau dengan lemparan batu. Atau lihat bagaimana kafir Quraisy yang ketakutan ketika Fathu Makkah justru dapat jaminan keselamatan dari beliau. Kepemimpinan teladan dalam kasih sayang inilah yang mampu menghimpun hati kaum Muhajirin dengan Anshar, atau bahkan suku Aus dengan Khazraj yang telah ratusan tahun berperang. Encourage the heart.

Kaum muslimin menderita kekalahan di Perang Uhud karena human factor yaitu indisipliner, bahkan Rasulullah pun terluka cukup parah. Namun tidak ada penyesalan apalagi menyalahkan ulah sekelompok orang. Pun pahit dirasakan, banyak hikmah di balik kekalahan, termasuk turunnya ayat, “Dan disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan dari sekelilingmu. Maka maafkanlah mereka, mohon ampunanlah bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadaNya.” (QS. Ali Imran: 159). Encourage the heart.

Kelima hal tersebut terhimpun dalam satu kesatuan sehingga sosok pemimpin mampu menjadi teladan. Menjadi pemimpin yang diikuti karena dipercaya dan dicintai, bukan karena paksaan ataupun ketakutan. Menjadi pemimpin yang mampu membangun super team bukan menjadikan dirinya layaknya superman. Tugas yang tak kalah penting dari pemimpin teladan adalah memastikan bahwa proses kaderisasi kepemimpinan terus berjalan. Keteladanan tidak terhenti sampai batas usia pemimpin. Keberhasilan Rasulullah dalam mengkader generasi terbaik inilah yang menyebabkan kita masih dapat mengambil banyak teladan dari para sahabat Rasulullah. Belajar tentang kesantunan, keberanian, kedermawanan, kecerdasan, kesederhanaan, amanah, pengorbanan, dan banyak nilai kehidupan lainnya.

Bagaimanapun, kepemimpinan sejatinya adalah keteladanan. Rasulullah adalah sosok teladan seorang pemimpin yang penuh keteladanan. Pemimpin yang mampu menjadi model, menginspirasi visi bersama, berani menghadapi tantangan, menggerakkan orang lain dan menguatkan hati mereka yang dipimpinnya. Namun tidak mudah menjadi pemimpin teladan, karenanya memimpin dan belajar saling terkait, tak bisa dipisahkan. Keteladanan seorang pemimpin bahkan lebih terlihat ketika ia belajar, bukan ketika ia mengajar. Dan jika ada tips dan trik terbaik dalam memimpin, hal itu tentulah keteladanan. Mari kita (belajar) menjadi pemimpin teladan!

The best example of leadership is leadership by example” (Jerry McClain)

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>