Category Archives: i’tibar

Belajar dari Pohon Pisang

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : ‘Ya Rabbku, tidaklah Kau ciptakan semua ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau maka selamatkanlah kami dari azab neraka.” (QS. Ali Imron 190 – 191)

* * *

Saudaraku, setiap kita tentunya pernah merasa begitu lelah dan membutuhkan orang lain dalam meniti jalan panjang kehidupan ini. Masing-masing dari kita tentunya pernah merasa sedemikian jenuh dan butuh nasihat dari orang lain. Namun bagaimana jika orang yang dinanti tak kunjung tiba sementara jiwa kita sangat membutuhkan penyegaran?

Saudaraku, sungguh Allah telah menciptakan banyak hal di dunia ini yang dapat menjadi renungan bagi kita, hamba-Nya yang mau bertafaqur. Biarlah alam yang mengajari kita banyak hal, mengajari tanpa menggurui, karena kita jualah yang menginterpretasikan pelajaran dari alam.

Saudaraku, pohon pisang rasanya bukan satu jenis pohon yang asing bagi kita. Pohon berbatang lunak dan berdaun lebar itu rasanya masih dapat kita temukan pun mungkin kini keberadaannya mulai tersaingi dengan ‘pohon-pohon’ lain yang berbatang beton. Dan pernahkah kita memikirkan suatu pembelajaran yang dapat kita petik dari pohon pisang?

Pohon pisang adalah pohon yang seluruh anggota tubuhnya dapat dimanfaatkan oleh manusia. Mulai dari akarnya untuk obat sakit perut, batangnya dalam pembuatan janur ataupun dalam proses mengkremasi mayat, daunnya untuk pembungkus hingga buahnya yang dapat dimakan. Saudaraku, begitulah seharusnya setiap kita, dapat memberikan manfaat bagi orang lain dengan segenap apa yang kita miliki…

Pohon pisang senantiasa dapat berbuah tanpa mengenal musim. Pohon pisang akan menyimpan cadangan airnya pada musim hujan dan menggunakannya pada musim kemarau. Kita tidak mengenal adanya musim pisang, berbeda dengan musim durian atau rambutan. Saudaraku, janganlah mengenal waktu dalam beramal, janganlah mengenal masa dalam berbuat kebaikan, janganlah kontribusi hanya dapat kita berikan pada saat-saat tertentu di kala kita menginginkannya. Kontinyuitas suatu kebermanfaatan seharusnya senantiasa dapat kita jaga…

Pohon pisang dalam habitat aslinya selalu hidup berkelompok. Jika ada pohon pisang yang tumbuh menyendiri tentulah karena perbuatan manusia yang jika dibiarkan terus tumbuh akan membentuk komunitas pohon pisang juga. Saudaraku, ternyata untuk dapat bermanfaat kita juga membutuhkan teman sebagai penguat, kita butuh saudara-saudara kita sebagai pengingat, kita perlu orang lain untuk optimalisasi potensi kebermanfaatan kita. Ketika kondisi menuntut kita untuk mandiri, maka ’ciptakanlah pohon pisang’ lain sehingga kita tetap tak sendiri. Ya, untuk mencapai puncak produktivitas kontribusi, kita perlu berjama’ah…

Pohon pisang umumnya takkan mati sebelum ia berbuah, pohon pisangpun senantiasa meninggalkan tunas-tunas baru sebelum akhirnya ia mati. Saudaraku, layak untuk kita renungi, sudahkah ada prestasi tertinggi sebelum ajal kita tiba? Sudahkah ada amal terbaik sebelum Izrail mencabut nyawa kita? Sudahkah ada kontribusi besar bagi ummat sebelum akhirnya kita harus pergi meninggalkan dunia ini menuju alam yang kekal abadi? Jika belum, berbuatlah. Dan sudahkah kita menyiapkan generasi berkualitas yang dapat memberi kontribusi lebih bagi lingkungannya? Sudahkah kita tinggalkan kader-kader unggul yang siap berjibaku untuk terus beramal dan memberikan kebermanfaatannya bagi alam? Jika belum, siapkanlah.

* * *

Saudaraku, hidup ini terlalu sempit untuk hanya memikirkan diri sendiri, hidup ini teramat singkat tanpa kebermanfaatan kita bagi orang lain. Dan sebenarnya tak perlu sebesar pohon durian ataupun setinggi pohon pinang untuk dapat memberikan manfaat, yang terpenting adalah kontribusi nyata. Dan biarlah Allah SWT yang akan menilai dan memberikan balasan…

”Sebaik-baik kamu adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Thabrani)

Ps. Inspired by HAMKA, dimuat di Majalah Tarbawi