Karyaku

Pendidikan Karakter, Buat Apa? Sebuah Blook Tentang Pendidikan, Karakter, dan Keduanya (2017)

Knowledge will give you power, but character respect”, begitu kata Bruce Lee. Pengetahuan hasil pendidikan takkan berbuah manfaat tanpa karakter yang mendukung. Berbagai riset bahkan menunjukkan bahwa karakter lebih menentukan kesuksesan seseorang dibandingkan kecerdasan. Karakter menjadi bekal krusial di zaman yang semakin edan ini. Tanpa karakter, peradaban manusia akan berjalan ke arah jurang kehancuran. Character is a wish for a perfect education”, ujar Julia H. Gulliver. Ibarat dua keping mata uang, pendidikan dan karakter saling terkait dan tak bisa dipisahkan. Seperti halnya pengetahuan dan ketrampilan, karakter juga buah dari pendidikan. Di sisi lain, keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kekuatan karakter dalam mengawal prosesnya.

Salah satu upaya mengenali dan membangun karakter adalah dengan memerhatikan apa yang ditulis dan dibaca. Pendidikan karakter yang bisa dioptimalkan dengan keteladanan dan pembiasaan tentu erat katannya dengan pemanfaatan dan pemaknaan alat indera dalam aktivitas sehari-hari, apalagi aktivitas membaca dan menulis, yang dalam beberapa kondisi dapat mewakili kata dan perilaku seseorang. Buku ini adalah sebuah blook, buku yang disusun dari kumpulan tulisan di blog dengan tema tertentu. Bisa dikatakan buku ini merepresentasikan pengetahuan sekaligus karakter penulis dalam melihat fenomena pendidikan karakter yang kian marak, namun belum terlihat signifikansi kebermanfaatannya. Buku ini dibagi dalam tiga bagian, yaitu pendidikan karakter, karakter pendidikan, dan karakter pendidikan Indonesia. Karena sejatinya pendidikan, karakter, dan keIndonesiaan adalah hal yang lekat dengan keseharian kita, aplikatif tidak teoritis, buku ini mudah-mudahan bisa memberikan kebermanfaatan yang nyata. Semoga buku ini dapat menginspirasi kita semua untuk lebih peduli dengan pendidikan, karakter, dan keIndonesiaan kita. Untuk kehidupan yang lebih baik.

Bagai Pungguk Merindukan Pendidikan Gratis: Advokasi Dompet Dhuafa Mewujudkan Pendidikan Anak Bangsa (2015)

Buku ini bernuansa advokasi. Advokasi dilakukan dari kesadaran adanya kebijakan yang tidak seimbang, serta komitmen untuk memperjuangkan idealisme. Advokasi tidak harus dilakukan secara konfrontatif (vis a vis). Advokasi juga tidak bisa dilakukan dengan seketika guna melakukan perubahan, tetapi harus secara kontinu, sehingga perlu regenerasi. Buku ini terdiri dari empat bagian. Bagian pertama membahas tentang balada pendidikan murah dan gratis. Pendidikan gratis yang hanya ada di spanduk, tetapi tidak ada di dunia nyata. Sementara bagian kedua berisi rangkaian mimpi untuk mengakhiri kesenjangan fasilitas dan infrastruktur. Di bagian ketiga buku ini bercerita tentang permasalahan kebijakan pendidikan di Indonesia. Kebijakan yang tidak bijak di sana apalagi di sini. Untuk bagian keempat, sebagai pamungkas, dibahaslah agenda dan aksi advokasi pendidikan.

Membaca buku ini adalah merenungi keresahan pendidikan Indonesia. Mengingat kembali salah satu tujuan bernegara: mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan yang terasa makin menjauh di antara buramnya potret masyarakat. Akan tetapi, membaca buku ini akan menguatkan jangkar semangat di hati kita bahwa tujuan itu harus kita capai. Betapa bapak-bapak dan para ibu pendiri bangsa ini telah mewakafkan dirinya untuk membangun kemerdekaan sebagai gerbang mewujudkan tujuan bernegara. Masalahnya sekarang, setelah melewati gerbang itu, maukah kita menapaki jalan berat menuju tujuan itu? Kita tidak boleh menyerah, dan semangat itu harus dimulai sekarang. Dimulai dari hal kecil, dengan membaca buku ini.

Besar Janji Daripada Bukti: Kebijakan dan Praktik Pendidikan Indonesia di Era Transisi Demokrasi (2013)

Indonesia negara besar yang tidak pernah kekurangan orang pintar. Alhasil, banyak gagasan dan rencana besar yang menunggu untuk direalisasikan, tidak terkecuali janji untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sayangnya, banyak ide ada dalam tataran wacana, tanpa kerja nyata. Cita-cita bangsa untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sering menjadi slogan semata. Dunia pendidikan di Indonesia kaya dengan janji. Nyatanya, masih banyak anak miskin yang tidak dapat bersekolah, masih banyak warga negara yang sulit untuk mengakses layanan pendidikan. Indonesia satu hanya menjadi romantika perjuangan di masa lalu. Ketimpangan masih jelas terjadi, kesenjangan masih tampak mewarnai. Antara perkotaan dan pedesaan, antara negeri dan swasta, antara pusat dan daerah, antara teori dan praktik, antara perencanaan dan pelaksanaan, antara janji dan bukti.

Buku ini terdiri dari dua bagian besar yang saling terkait, mencoba memotret kondisi aktual dunia pendidikan Indonesia, baik skala makro maupun mikro, termasuk perubahan dan gagasan perbaikan, kebijakan dan praktik pendidikan yang sudah ada. Setiap bagian terdiri dari empat bab. Buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi untuk mengurai kompleksitas permasalahan pendidikan di tanah air kita. Pemahaman yang utuh atas realita yang terjadi di lapangan akan menguatkan relevansi kebijakan pendidikan yang akan diambil. Hadirnya buku ini diikhtiarkan untuk memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan, mulai dari pihak pemegang kebijakan, baik di pusat hingga satuan pendidikan, para pakar dan pemerhati pendidikan, LSM, dan perusahaan yang peduli pendidikan serta segenap elemen pendidikan. Permasalahan pendidikan teramat kompleks untuk diurai sendirian, perlu sinergi produktif dari seluruh stakeholder untuk memperbaiki wajah pendidikan Indonesia. Dengan demikian, buku ini berandil sebagai karya yang menginspirasi untuk berbuat; bukan lagi banyak mengumbar janji, melainkan melakukan perbaikan-perbaikan kecil yang akan terakumulasi sebagai bukti demi terwujudnya cita mulia pendidikan nasional.

Jurnal Pendidikan Dompet Dhuafa (2011 – 2013)

Ada empat penelitian dan tulisan yang dimuat dalam empat edisi pertama Jurnal Pendidikan Dompet Dhuafa. Dalam nomor 01 Volume 01 Tahun 2011, riset yang dimuat berjudul “Analisis Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Layanan Program SMART Ekselensia Indonesia tahun 2011” yang kalau di-googling ternyata banyak dijadikan referensi untuk riset kepuasan pelanggan. Sementara dalam Jurnal Pendidikan DD nomor 01 Volume 02 Tahun 2012, tulisan yang dimuat adalah artikel berbahasa Inggris berjudul “Educational Institutions Social Responsibility: Transformation of Educational Philanthropy Movement in Improving Social Welfare” yang menggambarkan telah terjadinya transformasi gerakan filantropi institusi pendidikan dari yang sifatnya charity ke ranah pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang lebih kontinyu.

Selanjutnya, dalam Jurnal Pendidikan DD nomor 02 Volume 02 Tahun 2012, riset yang diangkat adalah “Evaluasi Program SMART Ekselensia Indonesia Menggunakan Model Evaluasi CIPP”. Karena saat itu lulusan SMART EI baru ada dua angkatan, kaji dampak belum relevan untuk dilakukan. Sehingga model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Output) diharapkan sedikit banyak mampu memperlihatkan outcome program. Adapun Jurnal Pendidikan DD nomor 01 Volume 03 Tahun 2013 memuat penelitian berjudul “Analisis Tingkat Kepuasan Penerima Beastudi Etos terhadap Layanan Program Tahun 2012”. Jurnal Pendidikan Dompet Dhuafa ini dapat diakses di website Makmal Pendidikan (makmalpendidikan.net).

Zakat & Empowering, Jurnal Pemikiran dan Gagasan, Volume 2 Jumadil Tsani 1430/ Juni 2009

Dalam jurnal nasional yang dikeluarkan oleh Indonesia Magnificence of Zakat (IMZ) ini, ada dua penelitian yang dimuat. Pertama, “Kajian Perumusan Performance Indicator bagi Program Pemberdayaan Berbasis Zakat”. Sebuah penelitian yang mengambil tempat di berbagai titik pemberdayaan masyarakat di Jakarta, Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan Garut untuk menguatkan instrumen penilaian kinerja program dalam memberdayakan masyarakat. Berkolaborasi dengan para peneliti IPB, senior dan junior. Kedua, “Evaluasi dan Kaji Dampak Program Layanan Kesehatan Cuma-Cuma”. Berkolaborasi dengan para peneliti dari FKM UI, penelitian ini menjadi baseline Dompet Dhuafa dalam melakukan riset kaji dampak program.

Lain – lain

Selain dimuat di jurnal nasional, salah satu penelitian berjudul “The Effect of Coaching and Mentoring Programs to Improve Students Competencies: Case Study of Beastudi Etos Scholarship” yang dipresentasikan dalam Simposium Internasional di Singapura tahun 2014, dimuat di Universal Journal of Educational Research Vol. 3(3), pp. 163 – 169 doi: 10.13189/ujer.2015.030302 di awal tahun 2015. (link). Ada beberapa buku lain dimana penulis menjadi tim penulis, di antaranya “Sekolah Ramah Hijau: Cara Kreatif dan Murah Merawat Bumi di Sekolah” (2013) dan “Uswah Leadership: Model Kepemimpinan Dompet Dhuafa Pendidikan” (2017). Di berbagai buku lain, penulis menuliskan prolog, prawacana ataupun kata pengantar, di antaranya: ”Bagaimana Ini, Bagaimana Itu? : Memecahkan Masalah Sehari-hari di Sekolah dari Pengalaman Nyata Khas Indonesia” (2014), “Islam, Kepemimpinan, dan Keindonesiaan” (2015), “Hak Rakyat Digasak, Mahasiswa Bergerak!” (2016), “Berjuang Menjadi Ekonom Syari’ah” (2017), “Jalan Pemimpin” (2017). Selain itu, ada juga berbagai tulisan opini atau artikel yang dipublikasikan di media cetak ataupun media online.

Pendidikan Karakter, Buat Apa? Sebuah Blook Tentang Pendidikan, Karakter, dan Keduanya (2017)

Knowledge will give you power, but character respect”, begitu kata Bruce Lee. Pengetahuan hasil pendidikan takkan berbuah manfaat tanpa karakter yang mendukung. Berbagai riset bahkan menunjukkan bahwa karakter lebih menentukan kesuksesan seseorang dibandingkan kecerdasan. Karakter menjadi bekal krusial di zaman yang semakin edan ini. Tanpa karakter, peradaban manusia akan berjalan ke arah jurang kehancuran. Character is a wish for a perfect education”, ujar Julia H. Gulliver. Ibarat dua keping mata uang, pendidikan dan karakter saling terkait dan tak bisa dipisahkan. Seperti halnya pengetahuan dan ketrampilan, karakter juga buah dari pendidikan. Di sisi lain, keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kekuatan karakter dalam mengawal prosesnya.

Salah satu upaya mengenali dan membangun karakter adalah dengan memerhatikan apa yang ditulis dan dibaca. Pendidikan karakter yang bisa dioptimalkan dengan keteladanan dan pembiasaan tentu erat katannya dengan pemanfaatan dan pemaknaan alat indera dalam aktivitas sehari-hari, apalagi aktivitas membaca dan menulis, yang dalam beberapa kondisi dapat mewakili kata dan perilaku seseorang. Buku ini adalah sebuah blook, buku yang disusun dari kumpulan tulisan di blog dengan tema tertentu. Bisa dikatakan buku ini merepresentasikan pengetahuan sekaligus karakter penulis dalam melihat fenomena pendidikan karakter yang kian marak, namun belum terlihat signifikansi kebermanfaatannya. Buku ini dibagi dalam tiga bagian, yaitu pendidikan karakter, karakter pendidikan, dan karakter pendidikan Indonesia. Karena sejatinya pendidikan, karakter, dan keIndonesiaan adalah hal yang lekat dengan keseharian kita, aplikatif tidak teoritis, buku ini mudah-mudahan bisa memberikan kebermanfaatan yang nyata. Semoga buku ini dapat menginspirasi kita semua untuk lebih peduli dengan pendidikan, karakter, dan keIndonesiaan kita. Untuk kehidupan yang lebih baik.

Bagai Pungguk Merindukan Pendidikan Gratis: Advokasi Dompet Dhuafa Mewujudkan Pendidikan Anak Bangsa (2015)

Buku ini bernuansa advokasi. Advokasi dilakukan dari kesadaran adanya kebijakan yang tidak seimbang, serta komitmen untuk memperjuangkan idealisme. Advokasi tidak harus dilakukan secara konfrontatif (vis a vis). Advokasi juga tidak bisa dilakukan dengan seketika guna melakukan perubahan, tetapi harus secara kontinu, sehingga perlu regenerasi. Buku ini terdiri dari empat bagian. Bagian pertama membahas tentang balada pendidikan murah dan gratis. Pendidikan gratis yang hanya ada di spanduk, tetapi tidak ada di dunia nyata. Sementara bagian kedua berisi rangkaian mimpi untuk mengakhiri kesenjangan fasilitas dan infrastruktur. Di bagian ketiga buku ini bercerita tentang permasalahan kebijakan pendidikan di Indonesia. Kebijakan yang tidak bijak di sana apalagi di sini. Untuk bagian keempat, sebagai pamungkas, dibahaslah agenda dan aksi advokasi pendidikan.

Membaca buku ini adalah merenungi keresahan pendidikan Indonesia. Mengingat kembali salah satu tujuan bernegara: mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan yang terasa makin menjauh di antara buramnya potret masyarakat. Akan tetapi, membaca buku ini akan menguatkan jangkar semangat di hati kita bahwa tujuan itu harus kita capai. Betapa bapak-bapak dan para ibu pendiri bangsa ini telah mewakafkan dirinya untuk membangun kemerdekaan sebagai gerbang mewujudkan tujuan bernegara. Masalahnya sekarang, setelah melewati gerbang itu, maukah kita menapaki jalan berat menuju tujuan itu? Kita tidak boleh menyerah, dan semangat itu harus dimulai sekarang. Dimulai dari hal kecil, dengan membaca buku ini.

Besar Janji Daripada Bukti: Kebijakan dan Praktik Pendidikan Indonesia di Era Transisi Demokrasi (2013)

Indonesia negara besar yang tidak pernah kekurangan orang pintar. Alhasil, banyak gagasan dan rencana besar yang menunggu untuk direalisasikan, tidak terkecuali janji untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sayangnya, banyak ide ada dalam tataran wacana, tanpa kerja nyata. Cita-cita bangsa untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sering menjadi slogan semata. Dunia pendidikan di Indonesia kaya dengan janji. Nyatanya, masih banyak anak miskin yang tidak dapat bersekolah, masih banyak warga negara yang sulit untuk mengakses layanan pendidikan. Indonesia satu hanya menjadi romantika perjuangan di masa lalu. Ketimpangan masih jelas terjadi, kesenjangan masih tampak mewarnai. Antara perkotaan dan pedesaan, antara negeri dan swasta, antara pusat dan daerah, antara teori dan praktik, antara perencanaan dan pelaksanaan, antara janji dan bukti.

Buku ini terdiri dari dua bagian besar yang saling terkait, mencoba memotret kondisi aktual dunia pendidikan Indonesia, baik skala makro maupun mikro, termasuk perubahan dan gagasan perbaikan, kebijakan dan praktik pendidikan yang sudah ada. Setiap bagian terdiri dari empat bab. Buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi untuk mengurai kompleksitas permasalahan pendidikan di tanah air kita. Pemahaman yang utuh atas realita yang terjadi di lapangan akan menguatkan relevansi kebijakan pendidikan yang akan diambil. Hadirnya buku ini diikhtiarkan untuk memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan, mulai dari pihak pemegang kebijakan, baik di pusat hingga satuan pendidikan, para pakar dan pemerhati pendidikan, LSM, dan perusahaan yang peduli pendidikan serta segenap elemen pendidikan. Permasalahan pendidikan teramat kompleks untuk diurai sendirian, perlu sinergi produktif dari seluruh stakeholder untuk memperbaiki wajah pendidikan Indonesia. Dengan demikian, buku ini berandil sebagai karya yang menginspirasi untuk berbuat; bukan lagi banyak mengumbar janji, melainkan melakukan perbaikan-perbaikan kecil yang akan terakumulasi sebagai bukti demi terwujudnya cita mulia pendidikan nasional.

Jurnal Pendidikan Dompet Dhuafa (2011 – 2013)

Ada empat penelitian dan tulisan yang dimuat dalam empat edisi pertama Jurnal Pendidikan Dompet Dhuafa. Dalam nomor 01 Volume 01 Tahun 2011, riset yang dimuat berjudul “Analisis Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Layanan Program SMART Ekselensia Indonesia tahun 2011” yang kalau di-googling ternyata banyak dijadikan referensi untuk riset kepuasan pelanggan. Sementara dalam Jurnal Pendidikan DD nomor 01 Volume 02 Tahun 2012, tulisan yang dimuat adalah artikel berbahasa Inggris berjudul “Educational Institutions Social Responsibility: Transformation of Educational Philanthropy Movement in Improving Social Welfare” yang menggambarkan telah terjadinya transformasi gerakan filantropi institusi pendidikan dari yang sifatnya charity ke ranah pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang lebih kontinyu.

Selanjutnya, dalam Jurnal Pendidikan DD nomor 02 Volume 02 Tahun 2012, riset yang diangkat adalah “Evaluasi Program SMART Ekselensia Indonesia Menggunakan Model Evaluasi CIPP”. Karena saat itu lulusan SMART EI baru ada dua angkatan, kaji dampak belum relevan untuk dilakukan. Sehingga model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Output) diharapkan sedikit banyak mampu memperlihatkan outcome program. Adapun Jurnal Pendidikan DD nomor 01 Volume 03 Tahun 2013 memuat penelitian berjudul “Analisis Tingkat Kepuasan Penerima Beastudi Etos terhadap Layanan Program Tahun 2012”. Jurnal Pendidikan Dompet Dhuafa ini dapat diakses di website Makmal Pendidikan (makmalpendidikan.net).

Zakat & Empowering, Jurnal Pemikiran dan Gagasan, Volume 2 Jumadil Tsani 1430/ Juni 2009

Dalam jurnal nasional yang dikeluarkan oleh Indonesia Magnificence of Zakat (IMZ) ini, ada dua penelitian yang dimuat. Pertama, “Kajian Perumusan Performance Indicator bagi Program Pemberdayaan Berbasis Zakat”. Sebuah penelitian yang mengambil tempat di berbagai titik pemberdayaan masyarakat di Jakarta, Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan Garut untuk menguatkan instrumen penilaian kinerja program dalam memberdayakan masyarakat. Berkolaborasi dengan para peneliti IPB, senior dan junior. Kedua, “Evaluasi dan Kaji Dampak Program Layanan Kesehatan Cuma-Cuma”. Berkolaborasi dengan para peneliti dari FKM UI, penelitian ini menjadi baseline Dompet Dhuafa dalam melakukan riset kaji dampak program.

Lain – lain

Selain dimuat di jurnal nasional, salah satu penelitian berjudul “The Effect of Coaching and Mentoring Programs to Improve Students Competencies: Case Study of Beastudi Etos Scholarship” yang dipresentasikan dalam Simposium Internasional di Singapura tahun 2014, dimuat di Universal Journal of Educational Research Vol. 3(3), pp. 163 – 169 doi: 10.13189/ujer.2015.030302 di awal tahun 2015. (link). Ada beberapa buku lain dimana penulis menjadi tim penulis, di antaranya “Sekolah Ramah Hijau: Cara Kreatif dan Murah Merawat Bumi di Sekolah” (2013) dan “Uswah Leadership: Model Kepemimpinan Dompet Dhuafa Pendidikan” (2017). Di berbagai buku lain, penulis menuliskan prolog, prawacana ataupun kata pengantar, di antaranya: ”Bagaimana Ini, Bagaimana Itu? : Memecahkan Masalah Sehari-hari di Sekolah dari Pengalaman Nyata Khas Indonesia” (2014), “Islam, Kepemimpinan, dan Keindonesiaan” (2015), “Hak Rakyat Digasak, Mahasiswa Bergerak!” (2016), “Berjuang Menjadi Ekonom Syari’ah” (2017), “Jalan Pemimpin” (2017). Selain itu, ada juga berbagai tulisan opini atau artikel yang dipublikasikan di media cetak ataupun media online.

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>