Work for Eternity

“Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At Taubah : 105)

Hidup adalah serangkaian kerja. Tanpa kerja tak ada sesuatu yang dihasilkan dan dapat dinikmati dalam hidup. Tapi kerja untuk apa? Untuk siapa? Kerja untuk mengejar harta, tahta ataupun wanita jelas bukan pilihan cerdas mengingat sifatnya yang sementara. Harus ada kerja besar mengejar keabadian. Kerja yang berorientasi menebar kebermanfaatan untuk hidup yang lebih panjang. “Ketika kita hidup untuk kepentingan pribadi, hidup ini tampak sangat pendek dan kerdil. Ia bermula saat kita mengerti dan berakhir bersama berakhirnya usia kita yang terbatas. Tapi, apabila kita hidup untuk orang lain, yakni hidup untuk (memperjuangkan) sebuah fikrah, maka kehidupan ini terasa panjang dan memiliki makna yang dalam. Ia bermula bersama mulanya kehidupan manusia dan membentang beberapa masa setelah kita berpisah dengan permukaan bumi.” (Sayyid Qutb)

Hidup adalah serangkaian amal. Tanpa amal tak ada bekal yang kita bawa untuk menghadap-Nya. Toh Allah SWT juga tidak menciptakan kehidupan dan kematian melainkan untuk mengetahui siapa yang lebih baik amalnya. Amal inilah yang akan kita bawa dalam keabadian. “Bekerjalah kalian untuk akhirat kalian! Karena sesungguhnya barangsiapa yang bekerja untuk akhirat, maka Allah akan mencukupi untuknya perkara dunianya. Perbaikilah amalan – amalan hati kalian, niscaya Allah akan memperbaiki amalan – amalan lahir kalian. Perbanyaklah mengingat kematian dan persiapkanlah bekal dengan sebaik – baiknya untuk menempuh perjalanan akhirat sebelum datang kepada kalian pemutus dan penghancur segala kelezatan (kematian).” (Umar bin Abdul Aziz)

Hidup adalah serangkaian karya. Tanpa karya tidak ada kebaikan yang dapat kita wariskan. Kebermanfaatan akan berlipat ganda ketika karya dapat menembus ruang dan waktu, tercatat dalam sejarah peradaban manusia. Karya yang abadi. Tulisan adalah karya yang memenuhi syarat keabadian tersebut. Ilmu pengetahuan akan hilang ketika tidak diamalkan dan semakin cepat hilang ketika tidak dituliskan. Kekuatan gagasan akan semakin kuat mendatangkan momentum perubahan ketika dituliskan. Tulisan dapat membangunkan jiwa – jiwa yang tidur untuk kemudian bergerak mengusung perubahan. Lebih luas dan lebih berbekas…

Hidup adalah serangkaian kerja untuk keabadian…

“Orang boleh pintar setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian” (Pramoedya Ananta Toer)

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>