Tag Archives: menjalin ukhuwah

27 Tahun Harmoni Kebaikan

Ada hal menarik dari kegiatan penyaluran zakat, infak, sedekah, dan wakaf dari Dompet Dhuafa ini adalah pendekatan gerakan, itu artinya melibatkan semua dan membuat semua merasa punya kepemilikan atas masalah, punya keterlibatan untuk mau bergerak langsung” (Anies Baswedan)

Pameo “orang miskin dilarang sakit” menghadapi antitesisnya: “orang kaya dilarang berobat”. Itulah kesan pertama saya ketika mengenal Dompet Dhuafa melalui riset evaluasi dan kaji dampak program Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) sekitar 12 tahun lalu. Kala itu BPJS belum ada, asuransi kesehatan (Askes) hanya diakses segolongan orang, sementara kualitas layanan puskesmas masih sangat memprihatinkan. Alhasil, orang miskin tidak mampu mengakses layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas. Dan Dompet Dhuafa sejak tahun 2001 menawarkan solusi lain: layanan kesehatan gratis untuk dhuafa, dimana hanya orang miskin yang boleh berobat. Kualitas layanannya pun lebih baik dari puskesmas, dan pelaksanaan program LKC terbukti efektif dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.

Penelitian berikutnya mengenalkan saya pada beberapa program pemberdayaan ekonomi, mulai dari Lembaga Pertanian Sehat (LPS), Kampoeng Ternak (Kater), dan Masyarakat Mandiri (MM). Jejaring Dompet Dhuafa yang saat ini sudah berganti status dan nama. Riset dan kajian kali ini dilakukan untuk merumuskan performance indicators dari program pemberdayaan berbasis zakat. Turun lapang langsung berinteraksi dengan para petani, peternak, serta pelaku usaha kecil dan mikro memperlihatkan bahwa potensi zakat untuk memberdayakan dan memandirikan masyarakat bukanlah sebatas impian. Kedua penelitian tersebut bisa dibaca di Zakat & Empowering, Jurnal Pemikiran dan Gagasan, Volume 2 Jumadil Tsani 1430/ Juni 2009.

Di akhir tahun 2008, saya lebih mengenal Dompet Dhuafa dengan mengelola program Beastudi Etos. Selama 12 tahun berkiprah, setidaknya 12 kali pula saya berganti amanah di Dompet Dhuafa. Dinamika yang barangkali tidak dijumpai di organisasi lain. Di satu sisi, dinamika tersebut memperlihatkan potret tentang fleksibilitas dan tidak terjebak pada status quo. Bagaimanapun, kepeloporan Dompet Dhuafa dalam program layanan, pengembangan, dan pemberdayaan berbasis ZISWAF membutuhkan kreativitas dan agilitas yang tinggi. Alhasil, berbagai inovasi produk dan program masterpiece bisa terus dihasilkan. Namun di sisi lain, dinamika cepat ini menjadi tantangan dalam proses kaderisasi dan transformasi nilai-nilai kebaikan. Visi, misi, dan value organisasi harus kuat agar tidak kehilangan arah di tengah pusaran arus perubahan.

Dan 27 tahun bukanlah waktu yang singkat. Tepat di usia tersebut, saya melangsungkan pernikahan. Artinya, Dompet Dhuafa sudah seharusnya menapaki jenjang yang lebih tinggi. Bertambahnya usia berarti bertambah pula kedewasaan, amal kebaikan, dan kontribusi. Barangkali perlu lebih giat dalam menginspirasi dan mengadvokasi, tak lagi mengambil peran sebagai lembaga pelaksana program-program bernuansa charity. Atau barangkali perlu menyeriusi posisi sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan, kebodohan, dan ketidakberdayaan di negeri ini. Atau mengelola kepemimpinan dan harmonisasi lembaga-lembaga filantropi sehingga dapat memberi dampak yang semakin signifikan, meluas dan merata. Bukan sekadar tumbuh dan berkembang, namun juga harus produktif menumbuhkan dan mengembangkan.

Selamat hari jadi yang ke-27 buat Dompet Dhuafa. Semoga tetap istiqomah dalam memberdayakan masyarakat marjinal dan terus amanah dalam menyantun dhuafa. Bukan sekadar membantu manusia, namun juga memuliakan manusia. Semoga semakin erat dalam menjalin ukhuwah dan membangun sinergi produktif dengan semua pihak. Saling mengingatkan dan saling menguatkan, karena jalan panjang perjuangan ini tak mungkin ditapaki sendirian. Semoga semakin semangat dalam menggugah etos kerja dan membentang kebaikan. Senantiasa memberikan yang terbaik, dan menjadi teladan baik bagi masyarakat dunia. Semoga senantiasa berlimpah berkah dari Allah SWT.

Terakhir, saya sampaikan kutipan sambutan dalam milad 27 tahun harmoni kebaikan DD dari Bapak Parni Hadi, inisiator dan Ketua Pembina Dompet Dhuafa. “…DD adalah sebuah sejarah, proses menyejarah. Banyak yang telah berkiprah, masing-masing berkontribusi, dari generasi ke generasi. Tak elok menyebut diri sendiri: paling benar dan berjasa paling besar sendiri. Wajib saling menghargai, jangan menghakimi, menzalimi dan meniadakan. Hari ini ada karena kemarin, berlanjut besok, generasi pendahulu dan penerus, saling merajut. Masing angkatan jaman punya peran dan bagian… Seluruh insan DD, ini sebuah perjalanan panjang, a long journey, kita masih harus terus berjuang. Jangan cepat jenuh, perjalanan masih jauh. Kaum dhuafa masih mengaduh, menjerit pahit, kemiskinan terus menghimpit. Ini tugas panggilan jaman, menebar kebaikan, selama hayat dikandung badan. Ini tugas kemanusiaan, pekerjaan suara hati, tidak kenal henti… Terima kasih para muzaki dan mustahik, donatur dan penerima manfaat, kami hanyalah alat, perantara belaka, antara Anda berdua, berkat ridha Allah, Sang Maha Pecinta.

#DompetDhuafa #27harmonikebaikan