Untukmu yang Belum Berhasil

“Keberhasilan tidak diukur dengan apa yang telah anda raih, namun kegagalan yang telah anda hadapi dan keberanian yang membuat anda tetap berjuang melawan rintangan yang datang bertubi-tubi” (Orison Sweet Marden)

Semua manusia pasti mendamba kesuksesan. Dan kesuksesan ternyata bukanlah hanya ketika kita berhasil mengalahkan lawan di suatu pertandingan. Dan bukan hanya ketika kita berhasil mencapai prestasi terbaik. Bahkan bukan hanya ketika kita berhasil mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup ini. Tapi kesuksesan adalah saat dimana kita dapat melawan suatu kegagalan. Saat dimana kita dapat mengatasi musibah. Saat dimana kita dapat bangkit dari suatu keadaan yang menyedihkan. Dan saat dimana kita merasa sangat terpuruk namun kita mampu berjuang menghancurkan semua cobaan itu

Kegagalan secara sederhana dapat dibagi menjadi dua sebab, yakni ketika kita berpikir tanpa bertindak dan ketika kita bertindak tanpa berpikir. Jadi, kalau Anda ingin menyalahkan orang yang paling bertanggung jawab atas kegagalan Anda dalam hidup, maka Anda bisa mulai dengan menyalahkan diri sendiri. Karena Andalah yang mengambil keputusan untuk gagal. Bukan pembimbing Anda yang tidak kooperatif. Bukan teman-teman Anda yang tidak mau menolong. Bukan keluarga Anda yang tidak banyak membantu. Bukan dosen Anda yang tidak pengertian. Bukan amanah Anda yang tidak dapat ditinggal. Tetapi karena Anda sendirilah yang mengambil keputusan dengan sepenuh kesadaran, untuk gagal. Namun di balik itu semua pasti ada hikmah, pasti ada peluang untuk kembali bangkit menuju kesuksesan. Dan Anda (lagi-lagi) dapat memutuskan, untuk menjadi orang optimis yang berusaha untuk melihat kesempatan di setiap kegagalan atau menjadi orang pesimis yang hanya melihat kegagalan di setiap kesempatan.

Tercatat dalam sejarah, seorang pesenam dari Jepang meraih medali emas impiannya setelah menari dengan indah di Olimpiade. Padahal hari sebelumnya tumitnya retak dan dokter mengatakan  dia akan cacat seumur hidupnya. Rasa sakit dikalahkan oleh kemauan yang kuat untuk mempersembahkan medali emas bagi negaranya. Ada lagi sepasang mahasiswa drop out yang memulai sebuah perusahaan software kecil-kecilan yang sama sekali tidak diperhitungkan akan menjadi besar. Kini Bill Gates dan Tim Allen merupakan dua orang legenda software dunia, padahal hanya berijazahkan high school (SMA).

Ada pula seorang veteran perang dunia pertama yang menawarkan resep masakan keluarganya kepada lebih dari seribu orang yang dinilainya dapat memberinya modal usaha mengembangkan restoran. Seribu orang itu menolaknya. Tapi ia tidak menyerah. Bayangkan bila saat itu Kolonel Sanders memutuskan berhenti pada penolakan yang ke 999, hari ini kita tidak akan mengenal Kentucky Fried Chicken. Demikian pula dengan penemu bola lampu, ketika percobaan lampunya yang ke sekian ratus gagal, Thomas Alfa Edison berkata pada seorang wartawan,”Saya tidak gagal! Bahkan saya baru saja berhasil menemukan cara ke 879 untuk tidak membuat lampu!” Pantang menyerah. Seperti katanya, ’Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah’.

Atau perhatikan daftar kegagalan dari orang yang semasa hidupnya mengalami banyak tantangan dan badai di bawah ini.

1831 – ia mengalami kebangkrutan dalam usahanya
1832 – ia menderita kekalahan dalam pemilihan tingkat lokal
1833 – ia kembali menderita kebangkrutan
1835 – istrinya meninggal dunia
1836 – ia menderita tekanan mental sedemikian rupa sehingga hampir masuk rumah sakit jiwa
1837 – ia menderita kekalahan dalam suatu kontes pidato
1840 – ia gagal dalam pemilihan anggota senat AS
1842 – ia menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres AS
1848 – ia kalah lagi di kongres AS
1855 – ia gagal lagi di senat AS
1856 – ia kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden AS
1858 – ia kalah lagi di senat AS
1860 – ia akhirnya menjadi presiden AS

Kalau orang lain yang mengalami demikian banyak kegagalan mungkin ia sudah mundur secara teratur. Tetapi Abraham Lincoln maju terus, kata mundur tak ada sama sekali di otaknya. Akibatnya ia kemudian mencapai suatu sukses yang luar biasa. Seperti katanya, ‘Sukses berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain, tanpa kita kehilangan semangat’.

Ya, kesuksesan Anda, bukan nasib. Kesuksesan adalah sesuatu yang hanya dapat dicapai dengan harta, keringat, air mata kadang juga darah. Pada prinsipnya, tidak ada orang yang gagal. Yang ada hanya orang yang “memutuskan untuk berhenti” sebelum mencapai sukses.

Dan kesuksesan adalah saat dimana kita dapat menjadikan semua ujian dan kekalahan sebagai pertanda betapa sayangnya Sang Maha Pencipta kepada kita. Saat dimana kita menyadari betapa kita dapat belajar banyak dari semua kegagalan yang kita alami. Dan kesuksesan adalah saat dimana kita melangkah begitu mantap dan yakin bahwa kita begitu hebat untuk sekedar melawan suatu kegagalan kecil. Saat dimana kita dapat mengalahkan diri kita sendiri, sehingga kadang-kadang kita merindukan sebuah kegagalan. Karena kegagalanlah yang membuat kita sadar dimana kita berada.

”Tidak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras dan mau belajar dari kegagalan” (General Colin Powell)

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>