Ngaku Aja Deh! (Seri: Sekolah)

Tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah. Tiada kisah paling indah, kisah kasih di sekolah” (‘Kisah Kasih di Sekolah’, Obbie Messakh)

Masa sekolah kerap dianggap sebagai masa yang paling berkesan, banyak kenangan yang begitu lekat tak terlupakan. Berbeda dengan masa kuliah apalagi ketika di dunia kerja, yang penuh dengan beban bahkan tidak jarang ada berbagai intrik dan kepentingan sehingga terasa kurang menyenangkan. Uniknya, disadari atau tidak, ada berbagai kenangan masa sekolah yang sebenarnya bukan milik pribadi, tapi banyak orang yang mengalaminya. Tidak percaya? Ayo kita coba!

# Anda lebih sering mengerjakan Pekerjaan RUMAH di sekolah
# Anda pernah menjadi korban razia (rambut, kuku, rok, dsb) yang diadakan di sekolah
# Anda punya teman yang sebelum ulangan bilang “ga belajar” tapi nilai ulangannya selalu bagus
# Anda merasa sangat gembira ketika tiba-tiba dapat pengumuman ada rapat guru dadakan
# Anda pernah mengoleskan kotoran hidung (upil atau ingus) atau sisa permen karet di bawah meja sekolah
# Anda jauh lebih suka guru telat masuk kelas daripada guru telat keluar padahal jam pelajaran sudah habis
# Anda masih merasakan sistem belajar catur wulan, liburan sekolah setiap empat bulan
# Anda pertama kali merasakan ketertarikan (jatuh hati) dengan lawan jenis
# Anda punya guru killer yang galak dan ditakuti, dan terkesan di hati hingga saat ini
# Anda pernah coba menghapal gerakan senam kesegaran jasmani
# Anda masih ingat guru kelas 6 SD, pun belum tentu tahu bagaimana keberadaan beliau saat ini
# Anda masih merasakan pelajaran khas orde baru berjudul : Pendidikan Moral Pancasila
# Anda punya guru yang menegur dengan berkata, “Kalau kamu mau ngobrol, silakan bicara di depan!”
# Selain lagu wajib nasional “Indonesia Raya”, Anda juga hapal lagu “Mengheningkan Cipta”
# Anda dan teman-teman memulai kegiatan belajar mengajar dengan mengucapkan salam ke guru
# Hingga sekarang, Anda masih ingat cinta pertama Anda ketika masa sekolah
# Selain Pancasila, Anda bahkan nyaris hapal teks Pembukaan UUD 1945 yang panjang itu
# Anda punya guru yang mengakhiri penjelasannya dengan berkata, “Ada pertanyaan? Kalau tidak, Bapak/ Ibu yang nanya”
# Anda punya teman satu sekolah yang pernah pingsan ketika upacara bendera
# Anda pernah membolos, atau setidaknya telat datang ke kelas atau sekolah
# Anda lebih sering menyebut “teman semeja” sebagai “teman sebangku” dan masih ingat dengannya hingga sekarang
# Anda pertama kali mengenal alat canggih yang bernama komputer dan disket
# Anda pernah bercanda dengan teman yang berakhir menjadi perkelahian atau permusuhan
# Anda rutin bersih-bersih atas nama piket kelas, kebiasaan baik yang tidak lagi dilakukan di kampus ataupun kantor
# Anda pernah jajan es mambo dan bakso cilok
# Anda pernah menggunakan “Sepatu Warrior” yang berwarna hitam putih
# Perasaan Anda ke guru sangat menentukan suka tidaknya Anda dengan pelajaran yang diajar guru tersebut
# Anda pernah memperoleh nilai jelek dan menyembunyikannya dari pengetahuan orang tua
# Bagian belakang buku tulis Anda diisi dengan hitung-hitungan, gambar dan coret-coretan lainnya
# Meja tulis Anda tidak dapat ditukar karena Anda mengenalinya, baik bentuk maupun coret-coretannya
# Anda mengusir kejenuhan saat guru mengajar di kelas dengan melakukan permainan kertas bersama teman Anda
# Anda pernah merasa ilfil dengan teman yang kelihatan sekali sedang cari perhatian orang yang disukainya
# Anda punya teman yang tulisan tangannya nyaris tidak dapat dibaca
# Anda pernah dapat tugas kelompok, namun yang mengerjakan hanya satu dua orang atau malah sendiri-sendiri

Sebenarnya masih banyak keisengan dan kejahilan lain yang menyertai kisah tak terlupakan di sekolah, beberapa di antaranya bahkan memalukan ataupun tidak mendidik. Namun tulisan ini didedikasikan untuk meningkatkan rasa syukur kita, bukan untuk mempermalukan. Jika Anda pernah merasakan sebagian besar pernyataan yang saya ungkapkan di atas, berbahagialah dan bersyukurlah, karena Anda lebih beruntung dari jutaan anak Indonesia yang tidak mampu bersekolah. Jika Anda tersenyum dan mengenang kembali masa-masa tak terlupakan di sekolah, bersyukurlah, karena banyak anak Indonesia yang kehilangan masa kanak-kanaknya ataupun masa kecilnya terlalu suram untuk diingat. Semoga saja masa-masa sekolah anak-anak saat ini juga penuh keceriaan hingga nantinya menjadi nostalgia yang indah. Tidak penuh beban, penuh kebencian, penuh ego, penuh amarah, penuh kebodohan, ataupun penuh dosa dan kecurangan yang menyebabkannya kehilangan kebahagiaan dan keberkahan.

“ …Ini adalah sebuah cerita anak sekolahan di kota metropolitan. Yang penuh dengan cobaan dan godaan dari berbagai aral melintang. You go to school everyday, but you don’t study hard and chatting when the class going on. Always cheating on the test by asking the answer or make many hidden small notes. What you gonna be? What you gonna be?…” (‘Go To School’, Snada)

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>