Daily Archives: March 6, 2015

Definisi Manajemen Pengetahuan – 1 (KM Ed.5)

Manajemen pengetahuan (KM) berakar pada berbagai disiplin ilmu sehingga definisi KM juga banyak ditemui. Definisi itu semakin bervariasi dilihat dari cara organisasi menggunakan dan memanfaatkan pengetahuan. Misalnya organisasi intelejen militer akan mempunyai definisi yang berbeda mengenai pengetahuan dibandingkan dengan perusahaan bisnis. Cara pandang terhadap pengetahuan juga menentukan definisi KM tersebut, misalnya cara pandang mengenai kepemilikan pengetahuan akan mengarahkannya pada pengetahuan yang terkodifikasi yang dilindungi oleh hak cipta dan paten.

Knowledge Management diperoleh dari kata knowledge dan management, sehingga secara etimologi, KM didefinisikan sebagai sebagai proses pengaturan pengetahuan. Manajemen adalah proses pengkoordinasian dan pengintegrasian aktivitas-aktivitas sehingga dapat diselesaikan secara efesien dan efektif dengan dan melalui orang lain[1]. Manajemen juga didefinisikan sebagai suatu cara untuk merencanakan mengumpulkan, mengorganisir, memimpin dan mengandalikan sumber daya untuk suatu tujuan[2]. Pengetahuan adalah campuran dari pengalaman, keyakinan, informasi, pandangan para ahli dan intuisi yang memberikan sebuah cara pandang untuk mengevaluasi dan memberikan respons terhadap informasi dan pengalaman baru.

Yogesh Malhotra mendefinisikan knowledge management sebagai sebuah proses dalam sebuah organisasi yang merupakan kombinasi yang sinergis antara data, kapasistas pemrosesan informasi dari teknologi dan kapasitas kreatif dan inovatif pikiran manusia. Atau dengan kata lain, Malhotra mendefinisikan KM sebagai sebuah perpaduan antara teknologi dengan pikiran manusia.[3]

Ellen Knap mendefinisikan knowledge management sebagai sebuah seni untuk mentransformasi informasi dan aset intelektual menjadi sebuah nilai yang bermanfaat bagi perusahaan dan orang-orang didalamnya.[4]. Karl Wiig mendefinisikan knowledge management dari tiga buah persepektif yang memiliki horizon dan tujuan yang berbeda[5] :

  • Perspektif bisnis – terfokus pada mengapa, dimana dan untuk tujuan apa sebuah organisasi harus menginvestasikan sumber daya yang mereka miliki kedalam proses eksploitasi pengetahuan mereka.
  • Perspektif manajemen – terfokus pada penentuan, pengorganisasian, pengarahan, pemberian fasilitas dan pengawasan praktik-praktik yang berkaitan dengan pengetahuan dan aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan strategi bisnis yang ingin dicapai oleh perusahaan.
  • Perspektif operasional – terfokus kepada pengaplikasian keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dan aktivitas yang berkaitan dengan pengetahuan eksplisit.

R. Gregory Wenig mendefinisikan knowledge management sebagai serangkaian aktivitas dalam sebuah organisasi yang terfokus untuk mendapatkan pengetahuan dari pengalaman sendiri dan pengalaman organisasi lain serta pengaplikasian pengetahuan tersebut untuk mencapai tujuan dari organisasi.[6].

Tom Davenport mendefinisikan KM sebagai proses mendapatkan, mendistribusikan dan secara efektif menggunakan pengetahuan.[7]. Knowledge Management juga didefinisikan sebagai suatu proses untuk menciptakan, mendapatkan, memindahkan, dan menerapkan aset berbasis pengetahuan. Definisi yang lebih lengkap tentang knowledge management, menurut Gupta (2000) : “A process that helps organizations find, select, disseminate, and transfer important information and expertise necessary for activities such as problem solving, dynamic learning, strategic planning and decision making

Menurut Bhatt (2000) : “A process of knowledge creation, validation, presentation, distribution, and application”. Menurut Jarvenspaa dan Maki (2001) : “Creation of new knowledge, knowledge sharing and diffusion, and tools and methods to promote them”. Menurut www.km-forum.org, KM adalah suatu disiplin ilmu yang digunakan untuk meningkatkan performa seseorang atau organisasi, dengan cara mengatur dan menyediakan sumber ilmu yang ada saat ini dan yang akan datang. Jadi, KM bukanlah suatu fenomena baru, tetapi merupakan suatu cara yang menerapkan integrasi antara teknologi dengan sumber pengetahuan yang kompeten.

KM juga didefinisikan sebagai proses sistematis untuk menemukan, memilih, mengorganisasikan, menyarikan dan menyajikan informasi dengan cara tertentu yang dapat meningkatkan penguasaan karyawan dalam suatu bidang kaji yang spesifik. Definisi lain, KM adalah proses dari organisasi untuk menciptakan kesejahtraan dari aset intelektualnya dan aset pengetahuannya. Secara umum KM adalah teknik atau cara untuk mengelola pengetahuan dalam organisasi untuk menciptakan nilai dan meningkatkan keunggulan kompetitif[8].

Webster mendefinisikan Knowledge Management sebagai Experience; Expertise, Interpretation, Intuition . Pendapat lain mengatakan bahwa Knowledge Management merupakan Justified true belief:” When somebody creates knowledge, he or she make sense out of a new situation by holding justified beliefs and committing to them. Act of creating meaning” (Nonaka, 2000).

Dari semua definisi diatas, maka dapat kita ambil benang merah bahwa secara umum KM ialah rangkaian aktivitas yang mempertimbangkan perspektif bisnis, manajerial dan operasional untuk mendapatkan, mendistribusikan dan secara efektif mengaplikasikan pengetahuan yang bermanfaat untuk meningkatkan keunggulan kompetitif dalam upaya mencapai tujuan strategis perusahaan.


[1] Robbins, Stephen dan Mary Coulter, Management, 1999 hal. 8
[2] Hendrik, Sekilas tentang Knowledge management, 2003, Ilmu Komputer.com
[3] Yogesh Malhotra’s compilation at www.brint.com
[4] ibid, hal 18
[5]ibid, hal 19
[6] ibid, hal 20
[7]
Davenport, Thomas, Op.Cit
[8]
http://www.mabesad.mil.id/artikel/artikel2/310504manajemen_pengetahuan.htm