Bundesliga yang Membosankan

Bayern is already a champion, as always, it is boring and sad” (Bernd Leno)

Gelaran liga domestik sepakbola Eropa musim 2020/2021 usai sudah. Beberapa liga sudah memastikan juaranya sejak beberapa pekan lalu. Inter Milan sudah pasti juara Serie A Italia sejak 2 Mei 2021, di hari yang sama dengan Ajax Amsterdam yang mengunci gelar juara Eredivisie Liga Belanda. Sehari berselang giliran Zenit St Petersburg yang menjadi jawara Liga Rusia menyisakan dua pertandingan. Bayern Munich memastikan gelar Bundesliga pada 8 Mei, sementara Manchester City sudah memastikan gelar juara Liga Premier Inggris sejak 12 Mei lalu, di hari yang sama ketika Sporting Lisbon mengunci gelar juara Primeira Liga Portugal. Di antara liga domestic top di Eropa, praktis hanya La Liga Spanyol dan Ligue 1 Perancis yang penentuan juaranya sampai pekan terakhir.

Di antara liga-liga top Eropa, bisa dikatakan Bundesliga adalah liga yang paling tidak menarik. Di pekan terakhir, jatah untuk tim untuk berlaga di kompetisi Eropa sudah lengkap. Bayern Munich sudah pasti juara diikuti Leipzig di posisi runner up. Borussia Dortmund dan Wolfsburg sudah mengunci posisi 4 besar zona Liga Champions. Eintracht Frankfurt mengunci posisi 5 zona Liga Eropa, sementara Bayer Leverkusen aman di posisi 6 ikut playoff Liga Eropa. Lolosnya Arminia Bielefeld dari degradasi di pertandingan terakhir juga tidak terlalu dramatis. Hal serupa sebenarnya juga terjadi di Primeira Liga Portugal dimana posisi 5 besar yang berkesempatan ikut kompetisi eropa, juga posisi tim-tim yang akan degradasi sudah fiks sehingga pertandingan pekan terakhir tak lagi menentukan. Namun perlu dicatat bahwa terakhir kali Sporting Lisbon juara Liga Portugal terjadi pada 2002. Artinya, Sporting Lisbon musim ini berhasil mematahkan dominasi FC Porto dan Benfica yang bergantian juara selama 18 musim sebelumnya. Berbeda sekali dengan Bayern Munich yang mempertahankan juara Bundesliga 9 musim berturut-turut.

Liga-liga top Eropa musim ini melahirkan juara baru, kecuali Bundesliga. Selain Sporting Lisbon, di La Liga Atletico Madrid untuk kali kedua dalam 17 musim terakhir berhasil mematahkan dominasi Real Madrid dan Barcelona. Terakhir kali Atletico Madrid mematahkan dominasi tersebut pada musim 2013/2014 atau 7 tahun lalu. Di Ligue 1, Lille berhasil mematahkan dominasi PSG yang menjadi juara Liga Perancis 3 musim sebelumnya. PSG bahkan 7 kali menjadi juara Ligue 1 dalam 8 musim sebelumnya, hanya disela oleh AS Monaco pada musim 2016/2017. Di Serie A, Inter Milan merusak dominasi Juventus yang menjadi juara Liga Italia 9 musim sebelumnya secara berturut-turut. Di musim ini, Juventus bahkan harus puas mengakhiri liga di peringkat ke-4. Di Premier League, Manchester City menggantikan Liverpool sebagai jawara Liga Inggris. Kompetisi di Liga Inggris masih relatif ketat, tercatat ada 5 klub berbeda yang menjadi juara dalam 10 musim terakhir.

‘Parahnya’ lagi, dominasi Bayern Munich bukan hanya gelar juara liga, tetapi juga klub dengan gol terbanyak serta top skor liga. Di liga lain, juara liga tidak merangkap menjadi top skor liga. Sebutlah Harry Kane (Tottenham/ Premier League), Ronaldo (Juventus/ Serie A), Messi (Barcelona/ La Liga), dan Mbappe (PSG/ Ligue 1). Bahkan di Eredivisie yang didominasi Ajax musim ini, top skornya adalah Giakoumakis dari VVV-Venlo yang pernah dibantai Ajax 0-13 di kandang dan harus terdegradasi musim ini. Di Bundesliga, Robert Lewandowski dengan 41 golnya yang mematahkan rekor Gerd Muller 49 tahun lalu sebagai gol terbanyak Bundesliga dalam semusim, begitu mendominasi. Andre Silva (Eintracht Frankfurt) di posisi kedua ‘hanya’ mencetak 28 gol. Lewandowski meraih sepatu emas Eropa, sementara Lionel Messi di posisi runnerup ‘hanya’ mencetak 30 gol. Lewandowski pun menjadi top skor Bundesliga dalam 4 musim berturut, dan 6 kali menjadi top skor dalam 8 musim terakhir.

Selain juara liga, top skor, dan gol terbanyak, Bayern Munich juga mendominasi hampir di semua data statistis. Thomas Muller mencetak assist terbanyak Bundesliga musim ini dengan 18 assist. Die Roten juga unggul dari segi ball possession, shots per game, shots on target per game, dribbles per game, pass accuracy, dan ratings. Bayern Munich mengawali musim 2020/2021 dengan status treble winner dan langsung membantai Schalke 04 di pekan pertama 8 gol tanpa balas. Setelah merebut Piala Super Eropa, Bayern Munich sempat dikejutkan dengan kekalahan 4-1 dari Hoffenheim di pekan ke-2. Kekalahan ke-2 dirasakan Die Roten pada pekan ke-15 setelah ditundukkan 3-2 oleh Borussia Monchengladbach sehingga juara paruh musim jatuh di tangan Leipzig, seperti tahun sebelumnya. Dan semua akan Bayern Munich pada akhirnya.

Walaupun demikian, dominasi dalam Bundesliga bukanlah salah Bayern Munich, karena setiap klub sepakbola tentu mengharapkan kemenangan dan prestasi. Seperti kata pepatah: mempertahankan lebih sulit daripada meraih. Tantangan ini seharusnya bisa menjadi motivasi bagi klub lain untuk mematahkan dominasi tersebut. Memang tidak mudah, sebab prestasi berbanding lurus dengan dukungan finansial. Dan kekuatan finansial akan memudahkan tim dalam memilih pemain dan pelatih, serta memperkuat tim. Namun, apapun bisa terjadi di sepakbola. Nyatanya Lille berhasil menumbangkan dominasi klub kaya raya PSG di Ligue 1. Sebagai catatan, total skuad Lille (23 pemain) hanya senilai 239 juta euro, masih di bawah nilai Neymar (110 juta euro) plus Mbappe (160 juta euro) di PSG. Di musim ini pun, Bayern Munich sempat dikalahkan tim medioker Mainz 05 di pekan ke-31. Dan publik tentu banyak yang menantikan penantang juara Bundesliga yang akan berhasil mematahkan dominasi The Bavarians. Agar Bundesliga semakin kompetitif dan menarik, tidak terkesan monoton karena juaranya sudah dapat dipastikan.

Only Bayern Munich really have some sort of guarantee to win if they only catch a good day. All the others need really good days to win. I like it.” (Pierre Emerick Aubameyang)

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>