Penyerangan Terbaik Adalah Bertahan

I don’t say we are a defensive team. I say we are a strong team in defensive terms, but at the same time lacking sufficient fluidity in attack because that will take time to come.” (Jose Mourinho)

Pernah mendengar pepatah yang mengatakan, “Pertahanan terbaik adalah menyerang”? Barangkali pepatah tersebut tidak sepenuhnya tepat. Apalagi jika ukuran terbaik adalah gelar juara. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil akhir liga domestik sepakbola Eropa musim 2020/2021 ini yang telah berakhir. Dalam beberapa liga, tim yang paling produktif adalah tim yang menjuarai liga. Namun dalam banyak liga, ternyata tim juara adalah tim yang bertahan paling baik, pun belum tentu terbaik dalam menyerang. Juara liga domestik di berbagai liga sukses mengandaskan juara bertahan dengan kokohnya lini pertahanan mereka, meski kalah dalam produktivitas gol. Sekali lagi, Bundesliga dengan Bayern Munich nya adalah pengecualian. Die Roten menjadi juara Bundesliga sebagai tim paling produktif mencetak gol, namun dalam hal bertahan Bayern Munich hanya ada di urutan ke-5.

Di Premier League, Manchester City begitu dominan dengan paling banyak memasukkan gol (83 gol) dan paling sedikit kebobolan (32 gol). Dari 38 pertandingan, Manchester City berhasil cleansheet di 19 pertandingan. Selain kiper Ederson yang berhasil mencatatkan 19 cleansheet dari 36 pertandingan Premier League yang dijalaninya, ada nama bek Ruben Dias yang turut menjadi kunci kesuksesan Manchester City di musim ini. Baru didatangkan dari Benfica di awal musim, Ruben Dias sukses menjadi pemain terbaik Liga Inggris di musim perdananya. Dari 32 penampilannya di Premier League, Dias sukses mencatat 17 cleansheet, 35 intersep, 24 tekel, dan 23 blok. Peran vital Ruben Dias mengingatkan akan peran Vincent Kompany di skuad Manchester City. Musim 2019/2020 peran ini menghilang. Alih-alih menggantikan, Laporte dan John Stones justru kerap cedera, gelar juara pun sempat direbut Liverpool musim lalu.

Juara Serie A Inter Milan kalah dalam urusan produktivitas gol dibandingkan Atalanta yang finish di posisi ke-3. Namun Inter Milan menjadi klub Serie A yang paling sedikit kebobolan (35 gol). Bersama rival sekotanya AC Milan, Inter Milan mencatatkan 14 cleansheet dari 38 pertandingan. Kiper senior Handanovic (37 laga) dan bek wonderkid Alessandro Bastoni (33 laga) sama-sama mencatatkan 14 cleansheet. Bersama dengan Milan Skriniar dan Stefan de Vrij, Bastoni yang baru berusia 22 tahun sukses mengawal pertahanan Inter Milan. Musim ini Inter juga sukses mendatangkan Achraf Hakimi (22 tahun) dari Borussia Dortmund. Hakimi bisa dikatakan sebagai salah satu bek kanan terbaik di Serie A jika dilihat kontribusinya terhadap penyerangan. Selain mencatatkan 13 cleansheet, Hakimi berhasil mencetak 7 gol dan 8 assist dari 37 pertandingannya di Serie A musim ini.

Kondisi serupa terjadi di Spanyol. Dalam urusan mencetak gol, sang jawara La Liga Atletico Madrid (67 gol) kalah produktif dibandingkan Barcelona (85 gol) yang finish di posisi ke-3. Namun pertahanan Atletico begitu kokoh dengan hanya kemasukan 25 gol dari 38 pertandingan. Kiper Jan Oblak yang tampil penuh di musim ini menjadi pemain kuncinya dengan mencatatkan 100 saves dan 18 cleansheet dari 38 pertandingan La Liga. Oblak bisa dikatakan sebagai salah satu kiper terbaik dan paling konsisten saat ini. Peran pemain baru seperti Luis Suarez (21 gol, 3 assist) dan Yannick Carrasco (6 gol, 10 assist) memang penting. Namun peran Savic, Gimenez, dan Hermoso di lini pertahanan juga tak kalah vital. Ditambah Koke sebagai gelandang bertahan.

Di Liga Portugal, juara liga Sporting Lisbon (65 gol) kalah produktif dibandingkan Porto (74 gol) dan Benfica (69 gol), namun pertahanannya sangat kuat dengan hanya kemasukan 20 gol dari 34 laga. Sepeninggal pemain berkualitas seperti Bruno Fernandes (ke MU), Raphinha (ke Leeds), Marcos Acuna (ke Sevilla), dan Jeremy Mathieu (pensiun), Sporting Lisbon memperkuat skuadnya dengan baik. Kiper Antonio Adan yang baru didatangkan dari Atletico Madrid sukses mencatatkan 19 cleansheet dan 1 assist dari 32 pertandingan. Pedro Goncalves (Pote) yang baru didatangkan dari Famalicao sukses jadi top skor Liga Portugal dengan 23 gol dan 3 assistnya dari 32 laga. Pemain baru Sporting Lisbon lainnya ada gelandang serang Nuno Santos dari Rio Ave (7 gol, 6 assist), bek Zouhair Feddal dari Real Betis (19 cleansheet, 2 gol, 3 assist), dan gelandang bertahan Joao Palhinha dari Braga (1 gol, 9 kali man of the match). Kemudian ada pemain pinjaman bek kanan dari Manchester City Pedro Porro (19 cleansheet, 3 gol, 3 assist) dan gelandang bertahan dari Inter Milan Joao Mario (2 gol, 1 assist). Adapun pemain lama yang tak kalah vital adalah bek tengah Sebastian Coates yang mencatatkan 19 cleansheet dan 5 gol dari 33 pertandingan.

Liga Perancis memberikan gambaran terbaik betapa pentingnya kokohnya pertahanan dalam meraih gelar juara. Keberhasilan Lille memutus dominasi PSG di Ligue 1 tidak terlepas dari solidnya lini bertahan. Dalam urusan mencetak gol, boleh saja Lille (64 gol) tertinggal jauh dari PSG (86 gol), Lyon (81 gol), dan AS Monaco (76 gol). Namun dengan hanya kebobolan 23 gol dalam 38 pertandingan sudah cukup mengantarkan Lille menjadi juara Ligue 1 musim ini. Kiper Mike Maignan bermain penuh musim ini dan mencatatkan 21 cleansheet dari 38 laga. Terbanyak di antara liga terbaik di Eropa. Lille tercatat menang tipis 1 gol dalam 12 pertandingan, dan hanya kalah 3 kali itupun dengan selisih tipis 1 gol. Apresiasi juga perlu diberikan untuk duet bek tengah beda generasi: Jose Fonte (37 tahun) dan Sven Botman (21 tahun) yang sama-sama mencatatkan 20 cleansheet. Kapten Lille Jose Fonte dianggap mampu menjadi mentor yang sangat baik bagi Botman yang baru didatangkan dari U21 Ajax yang meminjamkannya ke Heerenveen musim sebelumnya. Ditinggal pemain utama seperti striker Osimhen ke Napoli dan bek Magalhaes ke Arsenal, Lille berhasil menjaga keseimbangan kekuatan lini serang dengan mendatangkan kombinasi Burak Yilmaz, striker gaek 35 tahun dari Besiktas (16 gol, 5 assist) dan Jonathan David, wonderkid Kanada berusia 21 tahun (13 gol, 2 assist).

Pentingnya pertahanan sebenarnya dapat dipahami secara sederhana. Mencetak gol memungkinkan tim untuk memenangi pertandingan, mungkin juga seri atau kalah. Namun tidak kebobolan memastikan tim tidak akan kalah, pilihannya hanya seri atau menang. Tim dengan pertahanan kokoh mungkin tidak seatraktif tim dengan filosofi menyerang semacam Atalanta atau Ajax Amsterdam yang kerap membantai lawannya. Namun seni bertahan juga tidak mudah. Soliditas lini bertahan perlu didukung chemistry kuat dengan lini tengah dan lini depan. Musim ini Liverpool nyaris gagal masuk 4 besar di antaranya karena badai cedera di sektor pertahanan. Kuatnya penyerangan barangkali dapat memenangkan hati penonton karena suguhan permainan yang menarik, namun kokohnya pertahanan dapat memenangkan gelar juara. Bukan semata pragmatis, namun taktis dan strategis. Sudah banyak klub yang membuktikannya. Karenanya dalam kondisi tertentu, bukanlah pertahanan terbaik adalah dengan menyerang, namun penyerangan terbaik adalah dengan bertahan.

Attack wins you games, defence wins you titles” (Sir Alex Ferguson)

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>