Si Tengah yang Unik

“Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan kemudian ia berbuat baik kepada mereka (dengan mendidiknya), maka anak-anak perempuan itu akan menjadi penghalang baginya dari sentuhan api neraka”. (HR Bukhari dan Muslim)

Bulan Juni selalu menjadi bulan yang spesial. Di bulan ini beberapa orang terdekat merayakan hari kelahirannya. Tentu bukan Presiden Soekarno, Soeharto, BJ. Habibie, dan Jokowi yang saya maksud. Cukup unik memang 4 dari 7 presiden Indonesia lahir di bulan Juni dari 12 bulan yang tersedia. Namun beberapa anggota keluarga besar saya kebetulan lahir di bulan Juni. Dari yang tertua ada ibu kandung saya dan ibu mertua yang sama-sama lahir di bulan Juni. Kemudian adik ipar dan adik kandung saya, keduanya anak bungsu. Dan yang paling muda adalah anak kedua dan ketiga saya yang juga lahir di bulan Juni. Tulisan ini akan fokus bercerita tentang anak kedua yang lahir 6 tahun lalu.

Menjadi anak ke-2 dari 3 bersaudara memang tidak mudah. Ketika anak sulung mendapatkan cinta yang berlimpah karena lahir paling awal, anak tengah tidak mendapatkannya. Bahkan tidak jarang anak tengah ini hanya dapat ‘lungsuran’ dari kakaknya, tanpa diberikan barang baru. Ketika anak bungsu relatif dimanjakan, anak tengah hanya sedikit merasakannya ketika ia menjadi anak bungsu. Pada masa itu pun barangkali ia belum mengingatnya. Apalagi, Si Tengah ku ini berjarak 3.5 tahun dari kakaknya, namun hanya berjarak 2 tahun dari adiknya. Belum cukup puas merasakan sebagai anak bungsu, adiknya keburu lahir, anak laki-laki pertama pula.

Setiap anak terlahir dengan karakteristik yang berbeda, dipengaruhi beberapa faktor seperti lingkungan sekitar, perlakuan dari setiap orang tua, atau urutan kelahiran. Ya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa urutan kelahiran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi karakteristik anak. Gunarsa dan Yulia (2008) menunjukkan bahwa anak kedua dari tiga bersaudara menunjukkan karakter yang paling berbeda dibandingkan saudaranya. Posisi terapit di antara seoarang kakak dan adik seringkali menimbulkan rasa iri. Sehingga tak jarang anak tengah memiliki jiwa yang pengertian, kuat, dan sensitif, karena harus menghadapi perlakuan sang kakak sekaligus menjadi panutan untuk sang adik. Anak tengah menurut Psikolog Anak asal USA, Dr. Kevin Leman (2012) masuk kedalam kategori anak yang sangat fleksibel. Mereka mampu bersikap ramah dan bersosialisasi dengan orang lain. Pun kadang mereka memiliki rasa malu yang cukup tinggi, tetapi mereka bisa mengatasinya dengan tenang. Anak tengah juga bisa sangat sabar dan umumnya lebih memilih untuk menghindari konflik. Tak heran jika mereka lebih sering menjadi mediator atau negosiator dalam suatu masalah.

Sifat dan kepribadian anak tengah paling sulit dijabarkan. Umumnya, anak tengah memiliki kepribadian yang menyenangkan namun sedikit pemberontak dalam keluarganya. Anak tengah tumbuh lebih bahagia dalam lingkungan pertemanannya. Karenanya, anak tengah cenderung memiliki lingkaran pertemanan yang luas. Anak kedua sangat tahu rasanya bersaing dan tidak berkawan, sehingga anak kedua suka bekerja dengan orang lain dan cinta persahabatan. Anak kedua akan terus berusaha untuk menyenangkan orang lain, dan akan terus berusaha untuk menjadi perekat atau penjaga persahabatan. Profesor Departemen Psikologi, Institut Penelitian Kepribadian dan Sosial California, Dr. Frank J. Sulloway, Ph.D, mengatakan bahwa anak-anak tengah mendapat skor lebih tinggi dalam hal keramahan dibandingkan kakak dan adiknya, itulah yang menyebabkan anak tengah lebih mudah dalam hal pergaulan. Penelitian ini memperkuat sebuah studi dalam The Journal of Genetic Psychology (1966) yang menemukan bahwa anak tengah cenderung lebih baik dalam situasi kelompok. Sebelumnya, sebuah studi dari Texas Christian University dan University of Minnesota (1964) juga menunjukkan bahwa anak tengah memiliki perilaku yang sangat baik dan paling bisa menyesuaikan diri dalam kelompok.

Si Tengah ku yang sementara ini bercita-cita menjadi chef tak kalah menarik. Secara kecerdasan kognitif barangkali tidak sebaik kakaknya, namun kecerdasan sosialnya luar biasa. Si Tengah adalah yang paling aktif menunjukkan rasa sayangnya kepada keluarga. Perhatian terhadap kondisi keluarganya, bahkan yang kerap membuat tertegun adalah tiba-tiba merangkul dan mengucapkan “Aku sayang Ayah” seraya mengecup pipi. Alih-alih disebut negosiator, Si Tengah ini adalah ‘provokator’ ulung yang kerap memengaruhi adiknya dalam mencapai sesuatu yang diinginkannya. Ia relatif lebih mampu menjaga adiknya dibandingkan kakaknya. Sensitif dan kompetitif, serta memiliki inisiatif yang tinggi.

Uniknya, Si Tengah kerap terbangun di tengah malam kemudian tertawa atau menangis, apalagi tahun lalu. Entah bermimpi atau ‘diganggu’. Tatapan mata kosongnya pun cukup membuat bergidik. Berbeda dengan kakak dan adiknya, yang terlihat sangat sedih jika dimarahi Ayahnya (yang memang jarang marah). Si Tengah ini terlihat ketakutan ketika dimarahi Ayahnya, bahkan tubuhnya sampai gemetaran. Dan setahun ke depan, Si Tengah ini akan tidak bersekolah dengan pertimbangan usia, kompetensi, dan kondisi yang serba tanggung. Sepertinya akan jadi cerita lain membayangkan Si Tengah melihat kakak dan adiknya bersekolah sementara dirinya tidak.

Bagaimanapun, Si Tengah patut diapresiasi atas cinta dan perhatiannya yang besar. Plus kesabarannya dalam menjalankan peran sebagai adik sekaligus kakak. Dan urutan kelahiran sejatinya hanyalah salah satu faktor yang memengaruhi kepribadian, bukan satu-satunya. Pola pengasuhan keluarga bahkan akan lebih banyak menentukan pribadi anak yang akan dibentuk. Happy birthday, my little angel! I wish you to love life and never stop dreaming! You are braver than you believe, stronger than you seem, smarter than you think, and more loved than you’ll ever know. My happiness becomes boundless to see your healthy growth. I will be with you to guide you in the way of life, to cheer for you in the success, and to comfort you in sadness. Love you, always! Happy birthday, my little girl!

A father holds his daughter’s hand for a short while, but he holds her heart forever” (Unknown)

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>