Tag Archives: bundesliga

Sepakbola Eropa Tanpa Muslim (1/2)

I don’t have tattoos, I don’t change hairstyles, I don’t know how to dance. I just want to play football.” (Mo Salah)

Guys, who’s the most important for the French people? The teacher Samuel Paty who lost his life teaching knowledge to the kids. Or a millionaire football player Paul Pogba?”, demikian kicau akun ‘Angry Smurf’ di status twitter miliknya beberapa hari lalu seraya memention ‘The Sun Football’, media Inggris yang sempat menyebar hoax tentang mundurnya Paul Pogba dari timnas Perancis akibat komentar Presiden Macron yang dinilai menghina Islam. Twit tersebut sudah dihapus, namun jejak hasil polingnya masih bisa dilihat. Sebanyak 71,4% responden memilih Paul Pogba, dan hanya 28,6% dari lebih 12 ribu responden yang memilih Samuel Paty, guru yang disebut Presiden Perancis, Emmanuel Macron, sebagai pahlawan. Dalam kolom komentar, meski aksi terorisme banyak dikecam, tidak sedikit pula yang justru menyalahkan guru Paty yang dianggap turut menyebarkan kebencian.

Kontroversi pernyataan Presiden Macron sepertinya perlu pembahasan tersendiri, apalagi tidak sedikit negara di Eropa yang ‘tidak ramah’ dengan imigran muslim. Namun mendapati dukungan terhadap pesepakbola di atas kasus politik yang terjadi mengisyaratkan betapa banyak orang yang lebih mencintai sepak bola dibandingkan mereka yang membenci Islam. Misalnya ketika Mesut Ozil mundur dari timnas Jerman dua tahun lalu akibat diskriminasi, banyak pihak yang mendukungnya. Pun demikian ketika Ozil harus dicoret dari skuat Arsenal karena mendukung muslim Uighur. Dicoretnya Franck Ribery, Hatem Ben Arfa, Mamadou Sakho, Samir Nasri hingga Karim Benzema dari timnas Perancis yang dianggap tak lepas dari isu rasisme pun memperoleh banyak sorotan. Perancis mungkin lupa bahwa imigran muslim telah menghuni timnas Perancis sejak tahun 1936 dan sebagian besar skuad timnasnya saat ini adalah warga keturunan.

Sumbangsih ilmuwan muslim terhadap dunia sudah banyak yang mengupasnya, mulai dari Ibnu Sina (Bapak Kedokteran Modern), Al Zahrawi (Bapak Ilmu Bedah Modern), Ibnul Haytham (Bapak Optik Modern), hingga Al Khawarizmi (Bapak Aljabar, penemu angka nol). Lantas bagaimana kiprah pemain sepakbola muslim dalam sepakbola modern? Ali Daei, pemegang rekor gol terbanyak untuk timnas (109 gol) adalah seorang muslim. Karena sedemikian banyaknya pesepakbola muslim di dunia, pembahasan kali ini akan fokus pada pesepakbola muslim yang masih aktif bermain di lima liga top eropa. Jadi nama-nama pesepakbola muslim seperti Zinedine Zidane, Frederick Kanoute, Nicolas Anelka, Eric Abidal, Yaya Toure, Kolo Toure, hingga Thierry Henry tak masuk hitungan.

Mulai dari Liga Inggris, ada empat pesepakbola muslim yang mengantarkan Liverpool menjadi juara Liga Champions 2018/2019 dan juara Liga Inggris 2019/2020. Naby Keita dan Xherdan Shaqiri barangkali hanya pemain pelapis. Namun Mohamed Salah dan Sadio Mane punya peran vital di Liverpool beberapa musim terakhir. Tanpa mereka Liverpool akan memperpanjang puasa gelar. Salah menjadi topskor Liverpool di Liga Champions 2018/2019 dengan 5 gol dan 2 assist, diikuti Mane dengan 4 gol dan 1 assist. Keita mencetak 1 gol, Shaqiri 2 assist. Di Liga Inggris 2019/2020, Salah mencetak 19 gol dan 10 assist, Mane 18 gol dan 7 assist, Keita 2 gol dan 3 assist, dan Shaqiri 1 gol. Musim ini pun Salah dan Mane masih tak tergantikan sebagai top skor klub. Manchester City selaku juara Liga Inggris 2018-2019, juara piala FA 2019, dan juara Piala Liga 2018-2020 mencatatkan setidaknya tiga pemain muslimnya. Benjamin Mendy di posisi bek, Ilkay Gundogan di posisi gelandang bertahan, dan Riyad Mahrez di posisi gelandang serang. Riyad Mahrez juga berperan penting mengantarkan Leicester City menjadi juara Liga Inggris 2015/2016 bersama pemain muslim lainnya, N’Golo Kante. Musim 2016/2017, Kante pindah ke Chelsea dan bersama bek muslim, Kurt Zouma berperan mengantarkan Chelsea menjadi juara Liga Inggris 2016/2017, juara piala FA 2017/2018, dan juara Piala Eropa 2018/2019. Dalam skuad Manchester United yang menjuarai Liga Eropa 2016/2017 tercatat nama pemain muslim seperti Paul Pogba, Marouane Fellaini, dan Henrikh Mkhitaryan. Sementara dalam skuad Arsenal yang menjuarai Piala FA 2019/2020 lalu ada nama pemain muslim seperti Mesut Ozil, Granit Xhaka, Shkodran Mustafi, dan Sead Kolasinac. Selain itu masih ada puluhan pesepakbola muslim lainnya yang masih aktif bermain di Liga Inggris, di antaranya Elneny (Arsenal); El Ghazi, El Mohamedy, Bertrand Traore dan Trezeguet (Aston Villa); Jahanbakhsh dan Tariq Lamptey (Brighton); Edouard Mendy, Rudiger dan Ziyech (Chelsea); Ayew, Kouyate dan Sakho (Crystal Palace); Doucoure dan Tosun (Everton); Kamara (Fulham); Choudhury, Nampalys Mendy, Slimani, Soyuncu, dan Under (Leicester); Djenepo (Southampton); Aurier dan Sissoko (Spurs); Ivanovic (West Brom); Said Benrahma dan Issa Diop (West Ham); serta Romain Saiss dan Adama Traore (Wolves).

Di Liga Spanyol yang klub besarnya lebih terbatas, pesepakbola muslim barangkali tidak sebanyak di Liga Inggris. Ada nama Karim Benzema yang bersama Real Madrid berhasil tiga kali menjuarai La Liga termasuk musim 2019/2020, dan empat kali juara Liga Champions termasuk juara beruntun tahun 2016-2018. Torehan 254 golnya bersama Real Madrid menunjukkan kontribusi besarnya. Sebelumnya, torehan 66 golnya berhasil mengantarkan Lyon menjuarai Ligue 1 empat musim beruntun (2004-2008). Pemain muslim lainnya di skuad Real Madrid ada Eden Hazard dan Ferland Mendy. Di klub rival, ada Miralem Pjanic dan Ousmane Dembele, pesepakbola muslim yang berseragam Barcelona. Kala terakhir menjuarai Liga Champions 2014/2015, dalam skuad Barcelona ada nama Munir El Haddadi, pesepakbola muslim yang saat ini bermain bersama Sevilla. Setelah mendapat tiga gelar La Liga bersama Barcelona, Munir berhasil menjuarai Liga Eropa 2019/2020 berseragam Sevilla bersama pesepakbola muslim lainnya, kiper Yassine Bounou dan striker Youssef En-Nesyri. Selain itu, juga masih ada nama pesepakbola muslim lainnya yang masih aktif bermain di La Liga, di antaranya Januzaj (Real Sociedad); Nabil Fekir dan Aissa Mandi (Real Betis); Abdoulay Diaby dan Enes Unal (Getafe); Kone (Elche); Kondogbia dan Diakhaby (Valencia); Mahmoud (Deportivo); Papakouli Diop (Eibar); Yokuslu dan Emre Mor (Celta Vigo); Bardhi (Levante); dan El Yamiq (Real Valladolid).

Di Liga Jerman, pesepakbola muslim terbilang banyak, namun tidak setenar nama-nama di Liga Inggris. Di skuad Bayern Munchen, ada rekrutan baru bek muslim Bouna Sarr. Di skuad Borussia Dortmund, ada Emre Can dan Mahmoud Dahoud yang beragama Islam. Sementara di skuad Leipzig ada Amadou Haidara, Yussuf Poulsen, Dayot Upamecano, dan Ibrahima Konate. Nama-nama pesepakbola muslim lainnya yang masih aktif bermain di Bundesliga di antaranya Demirbay, Moussa Diaby, Amiri, dan Bellarabi (Leverkusen); Thuram, Bansebaini dan Ibrahima Traore (Monchengladbach); Rani Khedira (Augsburg); Al Ghoddioui (Stuttgart); Omer Toprak (Werder Bremen); Amin Younes, Aymen Barkok, dan Almamy Toure (Eintracht Frankfurt); Admir Mahmedi dan Yunus Malli (Wolfsburg); Bicakcic, Belfodil, Dabbur, dan Kasim Nuhu Adams (Hoffenheim); Amir Abrashi (Freiburg); Ellyes Skhiri dan Salih Ozcan (Koln); Amine Harit, Salif Sane, Nassim Boujellab, Suat Serdar, Vedad Ibisevic, Nabil Bentaleb, Ahmed Kutucu, Ozan Kabak, dan Hamza Mendyl (Schalke); serta Oztunali dan Niakhate (Meinz).

(bersambung)

Corona Bikin Kangen Nonton Bola (1/2)

Pemerintah dan otoritas sepak bola memperlakukan para pemain seperti kelinci percobaan selama pandemik virus corona.” (Wayne Rooney)

Per 30 April 2020, jumlah kasus corona di Indonesia menembus lima digit menjadi 10.118 kasus. Walaupun tingkat kesembuhannya sudah lebih meningkat dibandingkan dengan tingkat kematian, namun angkanya masih di bawah jumlah kasus baru. Sehingga secara umum kurvanya belum turun. Amerika Serikat masih tak terkejar di peringkat teratas dengan 1.066.885 kasus atau sekitar 32.8% dari total kasus dunia. Jika melihat jumlah kasus baru sebulan terakhir yang di atas 20 ribu setiap harinya, ditambah faktor pemerintah dan masyarakatnya, pandemi Covid-19 di Amerika Serikat sepertinya masih akan lama. Tepat di bawah Amerika Serikat, negara-negara dengan kasus corona terbanyak berturut-turut adalah Spanyol (239.639 kasus), Italia (203.591), Perancis (166.420), United Kingdom (165.221), dan Jerman (161.985). Lima negara Eropa yang sekaligus memiliki liga sepakbola terbaik di Eropa. Liga-liga terbaik yang saat ini tidak dapat berlangsung terimbas pandemi Covid-19.

Tiga tahun terakhir, final liga champions 2017 – 2019 terjadi di bulan Ramadhan (1438 – 1440H), menemani makan sahur. Sementara pada Ramadhan 1437H ada gelaran Piala Eropa 2016 yang menemani santap sahur. Terlepas dari aktivitas yang lebih produktif seperti shalat dan tilawah di bulan Ramadhan, bagi para pencinta sepakbola terasa ada yang hilang selama sebulan lebih ini. Apalagi jika dalam kondisi normal, beberapa pekan ke depan seharusnya bisa ada beberapa partai penentuan juara liga-liga top dunia. UEFA berharap liga-liga domestik dilanjutkan dan diselesaikan paling lambat 2 Agustus 2020, namun yang terjadi justru beberapa negara menghentikan liga sepakbolanya. Belgia menjadi negara pertama yang membatalkan liga domestiknya pada 2 April 2020 lalu, dan menetapkan Club Brugge sebagai juara Jupiler League 2019/2020. Club Brugge memang sudah mengunci gelar sebelum Jupiler League dihentikan akibat Covid-19. Club Brugge mengakhiri kompetisi sebagai pemuncak klasemen dengan selisih 15 poin dari Gent di posisi runner-up dengan hanya satu pertandingan tersisa. Tidak ada degradasi di Jupiler League, namun dua tim teratas di Divisi II yang memang sudah menyelesaikan turnamennya akan promosi ke Jupiler League.

Belgia ada di urutan ke-13 kasus positif Corona dengan 48.519 kasus. Fatality rate yang mencapai 15.7% termasuk yang tertinggi di dunia sementara recovery ratenya hanya 23.9%. Kurvanya baru akan mencapai puncak sehingga mungkin butuh dua bulan lagi bagi Belgia untuk pulih. Pekan lalu giliran liga Belanda yang dibatalkan dan beberapa hari lalu liga Argentina juga mengambil sikap yang sama. Berbeda dengan liga Belgia, tidak ada juara dan tidak ada degradasi di liga Belanda dan liga Argentina. Keputusan ini jelas tidak menguntungkan Ajax Amsterdam yang menjadi pemuncak klasemen sementara Eredivisie dengan 56 poin yang hanya unggul selisih gol dengan AZ Alkamaar di posisi runner-up. Dengan menyisakan 9 pertandingan, Feyenoord (50 poin) dan PSV Eindhoven (49 poin) masih berpeluang mengejar. Jatah playoff Liga Eropa (posisi 4 – 7) pun masih ketat. Namun keputusan ini jelas menguntungkan RKC Waalwijk dan ADO Den Haag yang ada di posisi degradasi. Belanda ada di urutan ke-14 kasus positif Corona dengan 39.316 kasus dan fatality rate 12.2%. Kurvanya juga belum mencapai puncak dan mungkin butuh sedikit lebih lama untuk pulih dibandingkan Belgia. Sementara itu di Argentina, Boca Junior yang memimpin klasemen dengan keunggulan satu poin dari River Plate juga gagal menjadi juara Superliga. Namun dengan liga yang baru separuh jalan, apapun masih mungkin terjadi di Superliga. Memang kurva Covid-19 nya masih relatif naik, namun Argentinya sebenarnya hanya ada di urutan ke-53 kasus positif Corona dengan 4.285 kasus, fatality rate 5% dan recovery rate 28%. Jauh lebih baik dari negara Amerika Selatan lainnya semisal Brazil, Peru, atau Ekuador yang masuk peringkat 20 besar kasus Corona.

Jika melihat data dan kurva penyebaran Covid-19, dari lima liga top Eropa, barangkali hanya liga Jerman yang relatif realistis untuk melanjutkan liga. Walaupun jumlah kasus Corona di Jerman ada di peringkat ke-6 dunia dan berjarak cukup jauh dari Turki (117.589 kasus) di peringkat ke-7, namun kasus Corona yang terselesaikan di Jerman mencapai 80.3%. Case fatality ratenya hanya 4% sementara recovery ratenya mencapai 76.2%. Dalam tiga pekan terakhir, jumlah pasien yang sembuh di Jerman relatif lebih banyak dibandingkan jumlah kasus, sehingga jumlah orang yang terinfeksi menurun drastis dari 72.865 orang pada 6 April 2020 menjadi hanya 32.886 orang per 30 April 2020. Jika tren ini berlanjut, pandemi Covid-19 akan berlalu dari Jerman dalam waktu kurang dari tiga pekan ke depan. Atau mungkin sedikit lebih lama mengingat sudah lebih dari sebulan ini Jerman turut membantu merawat pasien Covid-19 dari negara lain. Liga Jerman rencana dilanjutkan pada 9 Mei 2020 tanpa penonton. Kalaupun harus diundur sampai akhir Mei 2020, dengan sisa 9 pertandingan (kecuali Eintracht Frankfurt dan Werder Bremen yang punya 1 pertandingan lebih banyak), Bundesliga masih sangat realistis diselesaikan sebelum 2 Agustus 2020. Bundesliga saat ini bisa dikatakan menjadi liga terketat dari lima liga top Eropa. Bayern Munchen di puncak klasemen (55 poin) dibayang-bayangi oleh Borussia Dortmund (51), RasenBallsport Leipzig (50), Borussia M.Gladbach (49), dan Bayer Leverkusen (47). Perebutan tempat terakhir di fase knockout Liga Eropa (peringkat 6) juga masih sangat ketat. Sementara di jurang degradasi, Paderborn, Werder Bremen, dan Fortuna Duesseldolf masih harus bekerja keras untuk bisa selamat.

(bersambung)