Tag Archives: pustakawan

Si MoBa: Bukan Sekadar Perpustakaan Keliling

Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca, sebuah kebahagiaan
(Goenawan Mohamad)

Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa tingkat literasi masyarakat Indonesia masih rendah, mulai dari survei PISA, UNESCO, hingga riset Central Connecticut State Univesity (CCSU). Namun bukan berarti minat baca masyarakat Indonesia rendah. Coba saja sediakan bacaan menarik di ruang tunggu dimanapun, pasti akan banyak yang membacanya. Tak heran pula acara book fair dan bazar buku selalu ramai dikunjungi. Persoalan rendahnya literasi masyarakat Indonesia memang bukan terletak pada minat baca, tetapi lebih kepada akses terhadap bacaan, terutama yang berkualitas; dan persoalan kemampuan literasi yang masih tergolong rendah.

Jumlah perpustakaan di Indonesia sebenarnya terbanyak kedua di dunia setelah India. Namun stok buku terbaru dan jumlah pustakawan di Indonesia masih timpang, padahal sebagian besar perpustakaan adanya di sekolah. Bagaimana menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang nyaman dan banyak dikunjungi selayaknya pusat perbelanjaan masih menjadi PR. Percuma kalau sekadar ada namun tak terasa manfaatnya. Berbagai program literasi jemput bola semacam perpustakaan keliling belum berhasil mendongkrak tingkat literasi masyarakat Indonesia. Literasi bukan hanya kemampuan membaca, namun juga menalar. Membaca aktif, membaca untuk belajar. Literasi tidak bisa ditingkatkan hanya dengan menaruh buku bacaan tanpa aktivitas yang merangsang keterampilan literasi. Tidak cukup pula memposisikan anak sebagai objek program literasi. Karena literasi butuh pendampingan, pembiasaan, dan keteladanan, pihak orang tua, masyarakat, dan sekolah juga perlu dijadikan subjek program literasi terintegrasi.

Hadirnya Si MoBa diharapkan mampu memfasilitasi tingginya minat baca masyarakat Indonesia, dengan memberikan akses terhadap bacaan berkualitas sekaligus aktivitas yang merangsang keterampilan literasi. Si MoBa bukan sekadar perpustakaan keliling, tetapi semacam “Center of Excellence” keliling. Si MoBa merupakan program taman baca anak, sekaligus teater audio video pembelajaran, juga pusat permainan edukatif, dan sanggar kreativitas keterampilan, hingga majelis pendidikan keluarga. Si MoBa juga merupakan akademi bagi para pegiat literasi yang dinamakan ‘Teman Si MoBa’. Para pegiat literasi inilah yang tetap produktif berbagi, bahkan di masa pandemi. Dan terus menjaga konsistensi dan keberlanjutan program literasi masyarakat Indonesia di masa mendatang.

Dan akhirnya, petualangan Si MoBa harus berakhir dengan segala dinamika warnanya. Petualangan mengelola panggung literasi berjalan, mendampingi pejuang literasi, membuka akses bacaan berkualitas bagi masyarakat, hingga berbagi kebahagiaan melalui aktivitas literasi sementara ini dicukupkan. Namun perjuangan untuk mewujudkan salah satu tujuan bangsa: ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ takkan pernah usai. Terima kasih kami haturkan kepada segenap pihak yang telah membangun sinergi produktif dalam program Si MoBa ini, mulai dari Kandang Jurank Doank, Teman Si MoBa, jaringan pegiat literasi Dompet Dhuafa, pihak sekolah, tokoh masyarakat, hingga seluruh stakeholders Si MoBa yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Semoga kontribusi kecil ini berlimpah berkah dan kebermanfaatan. Dan semoga literasi Indonesia dapat berjaya, di darat, laut, dan udara. Salam hangat dari Si MoBa.

Keep reading. It’s one of the most marvelous adventures that anyone can have.” (Lloyd Alexander)

*tulisan ini dibuat sebagai pengantar buku berjudul “Petualangan Si MoBa: Cerita Inspiratif Jejak Manfaat Si Mobil Baca”